Aunur – Anwar Pecah Kongsi Sejak 2019, Nyimas Novi Tak Ingin berandai – Andai

Karimun, Kepri – medianusantaranews.com

Dunia perpolitikan dalam menyambut kancah pilkada serentak 2020 di Kabupaten Karimun, Kepri sontak bergerak dinamis. Di Mulai dari majunya Ing Iskandarsyah dari PKS untuk menantang petahana hingga muncul isu pecah kongsinya Petahana antara wakilnya saat ini.

Ing Iskandarsyah sendiri saat ini telah mendapat rekomendasi dari PKS dan intens menjalin komunikasi dengan partai – partai lain. Sementara, sang petahana, Aunur rafiq mulai memberi isyarat jika dia dan wakilnya, Anwar Hasyim berkemungkinan besar tidak lagi sejalan.

Bahkan dengan nada mantap, Aunur Rafiq sendiri mengatakan jika jargon mereka yang dulu menggunakan kata ARAH (Aunur Rafiq – Anwar Hasyim) secara gamblang diubahnya menjadi AURA (Aunur Rafiq).

“Itu bisa jadi menunjukkan jika dirinya sendiri belum tahu siapa yang layak disandingkan nanti. Bisa jadi juga, informasi malu – malu jika beliau sedang mencari calon wakil yang tepat” Ujar pengamat politik nasional, Dede Munajad, Kamis, (10/07).

“Yang pasti, kan ada pengurus pusat nanti yang menurunkan rekomendasi, kita tunggu saja” Pungkas Dede.

Fenomenalnya, tiba – tiba saja muncul nama baru yang kemudian dikait – kaitkan dengan bakal calon wakil baru mendampingi Aunur Rafiq diperhelatan pilkada 2020 nanti.

Beliau adalah Nyimas Novi Ujiani, ketua DPC PKB Karimun yang juga menjadi ketua fraksi di DPRD Karimun. Penelusuran tim medianusantaranews.com, Nyimas Novi Ujiani sendiri adalah tokoh politik wanita yang sangat gemilang kariernya.

Namun saat dihubungi melalui jaringan ponsel, Nyimas sendiri mengaku tidak ingin berandai – andai tentang adanya upaya menggandengkan dirinya dengan Aunur Rafiq.

“Kalo pusat memang meminta kader PKB di Karimun untuk turut meramaikan bursa wakil di pilkada kali ini. Tapi ya saya enggak mau berandai – andai.” Tegas Nyimas Novi Ujiani.

“Saya lebih fokus membesarkan partai PKB Karimun dimasa kepemimpinan saya ini. Adapun kemudian ada yang menawarkan (menjadi calon wakil), saya juga enggak akan langsung menolak, pasti saya pikir baik – baik” Imbuhnya.

“Kalau misalnya, Tuhan berkehendak saya mendampingi pak Aunur, atau pak Ing Iskandarsyah, kan nanti pasti ada prosesnya” Tutup Nyimas Novi Ujiani diplomatis.

PKB sendiri saat ini masih belum memutuskan akan melabuhkan koalisinya pada kedua belah pihak. Mereka masih menunggu tren – tren pergerakan politik yang tiap hari makin dinamis di Karimun.

Perpecahan antara Aunur rafiq dan Anwar hasyim memang sudah terlihat dari tahun 2019, kala gelaran pemilihan legislatif.

Aunur – Anwar yang pada pemilukada 2016 lalu keduanya maju dengan kendaraan politik yang sama, yakni Partai Golkar, namun, pada Pemilu Legislatif 2019, keduanya mulai tak sejalan.

Anwar sendiri kemudian berpindah partai dan menjadi ketua partai Nasdem di Karimun kala itu. Sayang, kemudian partai Nasdem alih – alih bertambah jumlah kursi, justru malah kehilangan satu kursi.

Aunur sendiri kemudian gemilang dengan menambah dua kursi untuk partai Golkar. Alhasil, saat ini Golkar tetap menjadi pemuncak dengan perolehan jumlah 8 kursi di parlemen.

Atas dasar ini, memang sangat besar kemungkinan jika pasangan Aunur – Anwar akan sangat berat mendapatkan rekomendasi dari DPP Golkar. Karena DPP sendiri pasti mempunyai catatan survei tentang kinerja kadernya sendiri, dan kader koalisi yang akan disandingkan.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *