H AMIRUDDIN TEGASKAN KASUS PENIPUAN OKNUM ALIANSI INDONESIA CABANG MUARA ENIM, PROSES HUKUM HARUS TETAP DITEGAKKAN

Palembang
medianusantaranews.com

Kasus dugaan penipuan terhadap kontraktor H Amir Murtuza SE oleh oknum pengurus Aliansi Indonesia Cabang Kabupaten Muara Enim, yang sudah dilaporkan ke Polda Sumatera Selatan sepertinya tidak ada sinyal untuk berdamai.

Hal ini diungkapkan H Amiruddin Murtuza SE ketika dikonfirmasi langsung oleh Tim media, di Palembang, Minggu (12/07/2020).

” Kita sudah melapor ke Polda Sumsel terkait kasus ini, kita minta tetap kita minta diproses sesuai hukum yang berlaku ” Tegasnya.

Hal ini disampaikannya terkait adanya dugaan bahwa pihak terlapor sudah ada inisiatif untuk mengembalikan uang pelapor (H Amiruddin). Namun pihaknya akan tetap fokus agar kasus ini bisa diproses sesuai hukum.

Disinggung tentang adanya upaya pihak pelapor untuk mengembalika uang kepada pelapor dibenarkannya.

” Memang sudah ada sinyal, pihak terlapor mau mengembalikan uang saya,. Saya sudah dihubungi terlapor melalui telpon untuk mengembalikan uang “Ungkap H Amir.

” Namun kembali saya tegaskan, Tidak ada istilah mengembalikan uang untuk berdamai, kasus ini harus terus jalan ” Tambahnya.

” Oknum pengurus Aliansi Indonesia Cabang Kabupaten Muara Enim mengatakan siap mengembalikan uang saya. Tapi saya jawab proses hukum tetap ditegakkan ” Terangnya.

H Amirudin juga menjelaskan bahwa penyidik Polda Sumsel juga sudah memanggil saksi Aldi, namun yang bersangkutan tidak datang. Dan kepada Aldi akan diberikan panggilan kedua.

Sebelumnya dikabupaten Muara Enim viral diberitakan, bahwa ada dugaan penipuan oleh oknum pengurus Aliansi Indonesia Cabang Kabupaten Muara Enim berinitial UT dan P terhadap kontraktor H Amurudin Murtuza SE yang nilainya Ratusan Juta Rupiah.

Dugaan penipuan tersebut diduga oknum Aliansi Infonesia Kabupaten Muara Enim meminta sejumlah uang kepada H Amirudin dengan iming iming diberikan pekerjaslan proyek di Kabupaten Muara Enim tahun 2020 ini. Mirisnya lagi, permintaan sejumlah uang tersebut, mencatut sejumlah nama nama dan institusi penting di Kabupaten Muara Enim. Namun H Amiruddin baru menyadari kalau dirinya sudah ditipu setelah pihak terlapor kembali meminta tambahan uang sebesar Rp 500 juta. Sedangkan pekerjaan proyek yang dijanjikan tidak perna ada. Sehingga H Amiruddin melaporkan kasus dugaan penipuan ini ke Polda Sumatera Selatan.

Dan pada saat ini, kasus dugaan penipuan ini sudah ditangani Polda Sumsel (TIM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *