Lokasi ditemukan korban anak-anak yang tenggelam
Medianusantaranews.com, (Martapura)- Ternyata yang menjadi tenggelam dialiran Sungai Komering tepatnya dikawasan Bendungan Perjaya Kecamatan Martapura Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Provinsi Sumatera Kamis 18 Maret 2021 kemarin petang bukan hanya 1 korban, melainkan ada 3 korban, 2 laki-laki dan 1 perempuan.
Yang menjadi korban dari kabar yang dihimpun korbanya 1 orang laki-laki dewasa bernama Khoirudin (26) warga Tunas Telkom Kota Baru Martapura Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan 2 korban anak-anak 1 laki-laki dan 1 perempuan yang keduanya dikabarkan warga Damarpura Kecamatan Buana Pemaca Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.
Dari kabar yang didapat dalam kejadian itu korban Jumini (10) awalnya sedang mancing sembari mandi-mndian dialiran irigari dari air Bendungan Perjaya itu dengan rekanya 3 orang anak, namun yang satu sudah naik kedarat tetapi yang 2 anak rekanya itu masih asyik berenang sambil mancing.
Tak berselang waktu lama ke-2 anak tadi tak timbul, lalu satu anak meminta tolong dengan warga yang ada disekitar lokasi untuk mencari kedua rekanya. Lalu warga disekitar lokasi melakukan pencarian dan 2 Jasad anak itu berhasil ditemukan namun sialnya sudah tidak bernyawa.
Kemudian tak berselang waktu lama masih dikawasan aliran irigari Bendungan Perjaya itu kembali terjadi orang dewas yang tenggelam, kabarnya kelompok korban ini datang kelokasi sepulang dari menonton Kuda Kepang yang ada di Desa sekitar, lalu mereka mandi bersama berempat ya, sialnya korban Khoirudin begitu masuk kedalam air tidak timbul lagi dan dilakukan pencarian berhasil diketemukan, namun sudah tidak bernyawa, terang Hasan (16) warga setempat.
Dikatakanya, tenggelam dan ditemukan kelompok korban Jumini lokasinya ada di pintu Bendungan, sedangkan lokasi kelompok korban Khoirudin dialiran irigasi arah ke Belitang tak jauh dari Pangkalan Helikopter.
Semua Jasad korban tenggelam dialiran air Komering Bendungan Perjaya oleh warga dilarikan ke RS Martapura guna dilakukan pemeriksaan medis sebelum diserahkan keluarganya, terangnya.
Informasinya, dilokasi itu legendanya, kalo bukan asli orang dari Desa Perjaya sini dan berani mandi-mandian disitu bisa hanyut dan itu sering terjadi begitu.
Yang jadi korban dialiran Bendungan Perjaya itu dari dulu sampai sekarang Modusnya sama semua, selain bukan warga dari Desa sini juga sedang mandi-mandian semua, (MNN/Jim/waluyo)








