Pelaku Pembunuhan Sadis di Tanggamus Terungkap, Diduga Ada Jalinan Asmara Sejenis

Medianusantaranews.com (Tanggamus) – Pelaku pembunuhan sadis terhadap DS (32) yang jasadnya ditemukan di Ladang Dusun Pagar Jarak Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung sudah terungkap. Nampak beredar di Beranda media sosial Facebook dan grup WhatsApp video dan foto terduga pelaku, Rabu (13/7).

Masing-masing terduga pelaku berinisial SA dan BA. Dalam foto dan video yang beredar, terduga pelaku SA mengenakan kaos oblong warna biru dan sweater hodie hitam. Pada betis kanan yang mengenakan celana jins panjang, terdapat balutan perban. Diduga betis kanan SA terkena luka tembak dari aparat.

Sementara terduga pelaku BA, nampak memiliki postur tubuh lebih kecil dibandingkan badan SA. Dalam foto yang beredar, BA mengenakan kaos oblong coklat tua dengan celana boxer kuning pendek. Betis kanan BA pun nampak memiliki nasib yang sama dengan SA.

Namun sangat disayangkan, Polres Tanggamus terkesan sangat membatasi akses informasi terkait penangkapan dua terduga pelaku pembunuh bos Dede Cell Gisting ini kepada awak media.

Bahkan siang ini, saat dilakukan rekonstruksi internal penyidik di tempat kejadian perkara yang langsung menghadirkan dua terduga pelaku, sama sekali tidak ada pemberitahuan kepada awak media.

Hingga berita ini dimuat awak media belum mendapatkan keterangan resmi dari Pihak Kepolisian terkait kronologi lengkap penangkapan. Motif yang melatarbelakangi dua pria tersebut menghabisi Dede juga masih samar.

Foto-foto dan video singkat berisi dua pria yang diduga menjadi pelaku pembunuh DS, yang beredar di Facebook dan WhatsApp, coba dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Tanggamus, Iptu. Ramon Zamora, S.H.

“Benar mas, sudah ditangkap, sedang menuju TKP awal. Baru sampai Polsek Pugung,” kata Ramon Zamora.

Sejak ditemukan jenazah DS di Pekon Tiuh Memon Senin (12/7) pagi oleh salah seorang petani hingga sebelum dua terduga pelaku tertangkap, opini tentang motif pembunuhan berkembang liar di kalangan masyarakat.

Termasuk salah satunya dugaan motif sakit hati akibat jalinan cinta segitiga sejenis (homoseksual) antara korban dengan dua terduga pelaku. Kendati korban sendiri memiliki istri yang kini tengah berbadan dua. Diperkirakan sedang hamil tua berusia delapan bulan.

Namun dari informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, korban DS diduga memiliki kelainan orientasi seksual. Yaitu penyuka sesama jenis. Saat dugaan motif adanya jalinan cinta segitiga sejenis yang melatarbelakangi pembunuhan ini, Ramon Zamora membenarkannya.

“Iya benar itu motifnya,” singkat mantan Kapolsek Pulaupanggung itu melalui pesan WhatsApp.

Kemudian, saat ditanyai kembali mengenai motif pelaku dan kronologi pembunuhan hingga penangkapan, Kasatreskrim mengaku saat ini masih dilakukan pengembangan sehingga meminta rekan rekan wartawan untuk sabar menunggu ekspose yang dijadwalkan Kamis pagi (15/7).

“Kami masih pengembangan, rekan-rekan harap bersabar. Besok kita konferensi pers jam 9,” tutup Ramon. (MNN/Halimi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *