PPKM Diperpanjang hingga 2 Agustus 2021

H Askolani, SH, MH : Untuk Banyuasin “Aktivitas Sekolah dan Perkantoran Online”

 

Medianusantaranews.com, (Banyuasin)- Sebagai daerah penyangga, Kabupaten Banyuasin harus mengikuti kebijakan yang diberlakukan Pemkot Palembang, maka Bupati Banyuasin H Askolani, SH, MH buat keputusan melalui rapat bersama Forkopimda.

 

Hal itu dipergunakan untuk pengendalian penularan corona, apalagi, sebagian besar kasus positif diwilayahnya datang dari Kota Palembang.

 

“Jika Pelembang melakukan, maka Banyuasin sebagai penyangga juga harus menerapkan yang hampir mirip. Karena kita yang akan mendapatkan tumpahan dari Palembang yang penularanya semakin tinggi jika interaksi tidak bisa dibatasi,” ungkap Askolani saat memberi keterangan pers di kantornya, (28/07/2021) yang lalu.

 

Lanjut Askolani, untuk itu pertimbangan lain diberlakukan PPKM level 3 di Banyuasin, karna adanya varian delta yang dilaporkan telah masuk ke Sumsel, yang penularan varian baru corona tersebut sangat cepat.

 

Kebijakan dalam pemberlakukan PPKM level 3 ini untuk proses belajar mengajar (PBM) baik tingkat SD/MI, SMP/Mts, SMA/SMK/MA dan Perguruan Tinggi dilakukan secara daring atau online, termasuk kegiatan diperkantoran juga dilakukan dengan 75 persen work from home (WFH) dan 25 persen work from office (WFO).

 

“Terkait WFH, khusus ASN Pemda Banyuasin kami pertegas bukan liburan tapi bekerja dari rumah, untuk mengantisipasi hal ini semua ASN yang WFH wajib shareloc di jam yang telah ditentukan atau 4 kali dalam sehari,” tegas Askolani .

 

Pada pengaturan jam operasional toko-toko sembako untuk skala menengah, dibatasi hanya sampai pukul 5 sore, juga termasuk untuk minimarket serta tempat hiburan.

 

Toko kelontong skala menengah bawah beroperasi sampai dengan pukul 10 malam, sedangkan untuk warung, kafe, warung kopi, pedagang kaki lima, restoran dan sejenisnya dibatasi operasionalnya sampai pukul 19.00 wib.

 

Pelaku usaha dan Pengunjung juga diwajibkan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dengan ketentuan, bagi rumah makan maupun restoran, kapasitas dibatasi hanya 25 persen bagi pelanggan yang akan makan di tempat (dine in), tapi untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sampai dengan pukul 22.00 wib.

 

Sementara, tempat ibadah juga tetap dibuka dengan kapasitas maksimal 25 persen, begitu pula dengan kegiatan resepsi hajatan kemasyarakatan juga terbatas hanya 25 persen dan tidak prasmanan termasuk dalam pelaksanaan kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan ditutup untuk sementara waktu.

 

Pelaksanaan kegiatan rapat, seminar dan pertemuan luring (lokasi rapat, seminar, pertemuan ditempat umum yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) juga tidak diperbolehkan selama masa PPKM.

 

Untuk kegiatan olahraga atau pertandingan olahraga dapat dilaksanakan sepanjang tidak melibatkan penonton atau supporter dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

 

Transportasi kendaraan umum, angkutan masal, taksi konvensional, online, kendaraan sewa/rental diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.Tetap makai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan diluar rumah serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker, larangnya.

 

Bupati menghimbau kepada Camat, Lurah, Kades melarang segala bentuk aktivitas, kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan. Forkopimda, Forkopimcam, Kepala OPD, Lurah, Kades berkoordinasi dan berkolaborasi dalam pelaksanaan PPKM Level 3.

 

Dalam pengaturan PPKM, diminta agar Camat, Kades, Lurah mengintensifkan disiplin prokes dan upaya penanganan kesehatan bagikan masker dan menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan dan mengurangi mobilitas, tutupnya.(mnn/waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *