KASUS DUGAAN PEMOTONGAN BLT DD DIDESA SUNGAI BAUNG, JAKSA SEBUT AKAN DITINDAK LANJUTI

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com

Kasus dugaan pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) didesa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang dilaporkan warga ke Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI sepertinya mendapat respon dari Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri PALI melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri PALI, Zulkifli SH, ketika ditemui media ini dikantor Kejari PALI, Rabu (13/10/2021).

Dikatakan Zulkifli pihaknya sebagai penegak hukum akan selalu menindak lanjuti setiap pengaduan warga yang masuk ke Kejari Kabupaten PALI.

Terkait laporan warga Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi mengenai adanya dugaan pemotongan dana BLT DD di Desa Sungai Baung pihaknya merespon akan ditindak lanjuti.

” Nanti akan kita tindak lanjuti, Laporan itu ” Kata Zulkifl.

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan menindaklanjuti laporan tersebut. Karena kata Zulkifli pihak Kejaksaan Negeri PALI sedang banyak kegiatan di internal.

“Namun secepatnya akan kita tindak lanjuti ” Ujarnya

Sebelumnya salah seorang warga Desa Sungai Baung, Shinta Andayani (34th) sudah melaporkan kasus dugaan pemotongan Dana BLT DD di Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi oleh oknum Pemdes Desa Sungai Baung ke Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI pada Jum’at (29/09/2021).

Laporan ini diterima oleh Pegawai Kejaksaan Negeri PALI yang nama Dwi.

” Laporan saya itu sudah berjalan sekitar 3 minggu, saya berharap sudah ada tindak lanjut dari Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI ” Ucap Shinta ketika diwawancarai, Rabu (13/10/2021).

” Laporan saya dilengkapi dengan barang bukti pemotongan BLT D itu, Kami berharap ada tindakan hukum dari Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI, karena pemotongan dana BLT DD itu merupakan masalah yang sangat besar walaupun nilai uang yang dipotongnya relatif kecil ” Tutur Shinta.

” Tindakan pemotongan dana bantuan langsung tunai (BLT), merupakan kejahatan besar karena itu pelakunya harus diproses dan diberi hukuman setimpal ” Tegas Shinta

Lanjut Shinta lagi, kenapa dianggap kejahatan besar, karena yang melakukan pemotongan dana BLT dana desa itu bisa dikatakan hidup di atas penderitaan warga miskin, yang seharusnya diberi bantuan. Pemerintah memberikan BLT untuk membantu rakyat miskin yang terjepit akibat pandemi covid – 19.  Pemerintah sudah menegaskan agar tidak ada pemotongan terhadap bantuan itu sekecil apapun, oleh siapa pun dan dalam bentuk apa pun. Warga harus menerima utuh. Namun faktanya masih saja dipotong.

” Mau bagaimana lagi. Apa dihimbau lagi, atau ditoleransi lagi ” Sindir Shinta.

” Kita harapkan aparat penegak hukum segera malakukan tindakan hukum kalau diketahui ada pemotongan. Tindakan tersebut sama sekali tidak bisa ditolerir, walaupun ada upaya mengembalikan. karena yang dilakukan itu bentuk kejahatan khusus ” Tukasnya.

Diceritakan Shinta, sudah viral diberitakan adanya dugaan oknum Pemerintah Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI melakukan pemotongan sepihak Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada 95 Keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Sungai Baung pada penerimaan Agustus 2021 lalu.

” Adanya pemotongan ini tidak diketahui KPM didesa Sungai Baung, karena ketika Dana BLT DD tersebut diberikan ke penerima KPM  oleh petugas, uang yang diterima KPM sudah dalam kondisi ternecis masing masing ” Jelas Shinta.

Lanjut Shinta, setelah terkuak masalah pemotongan ini, baru ada kabar dana BLT DD yang dipotong itu sudah dikembalikan lagi ke KPM desa Sungai Baung dengan syarat warga KPM membuat pernyataan. Namun untuk diketahui bahwa pemotongan dana BLT DD ini diduga juga sudah dilakukan pada penerimaan sebelum nya.

” Jadi kami minta dengan adanya pengaduan kami itu, dengan alat bukti yang sudah kami sampaikan, kasus ini bisa berlanjut ke pengadilan ” Pungkasnya (Ab)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *