TIDAK ADA RASA SAYANG, PERALATAN BERAT PEMKAB PALI DIBIARKAN SAJA KEHUJANAN KEPANASAN

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan daerah otonomi baru (DOB) pada tahun 2022 ini sudah berusia 9 Tahun. Kabupaten yang biasa di juluki Bumi Serepat serasan ini terus melakukan pembangunan untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain.

Dengan jumlah APBD yang sangat besar , yang cuma untuk pembangunan 5 kecamatan saja memang bukanlah suatu hal yang sulit bagi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk lebih maju dari daerah lain.

Namun fakta yang terjadi. Kabupaten yang kaya raya ini sampai saat ini masih terus diterpa banyak permasalahan permasalahan yang tidak bisa diselesaikan Pemerintahnya.  Permasalahan diduga lantaran management Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia (SDM) nya belum begitu baik.

Selain itu perencanaan pembangunan di Kabupaten PALI juga sangat ambaradul sehingga banyak pembangunannya yang tidak memiliki azaz manfaat, bahkan bukan atas dasar usulan masyarakat.

Mirisnya lagi, kabupaten ini sesuatu yang sudah di bangun banyak yang tidak dimanfaatkan. Bahkan dari hasil temuan banyak barang barang, kenderaan dan peralatan berat yang dibeli pakai uang APBD Kabupaten PALI dibengkalaikan begitu saja kehujanan dan kepanasan tanpa dipelihara

Wajar saja di kabupaten PALI banyak diketemukan barang barang, kenderaan dan peralatan berat milik Kabupaten PALI yang baru dibeli beberapa tahun sudah rusak, bahkan tidak bisa dipergunakan lagi. Namun tidaklah susah bagi Pemerintah PALI, bila sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi, beli lagi, dianggarkan lagi di APBD Kabupaten PALI.

Contohnya didapati beberapa alat berat milik Pemerintah Kabupaten PALI yang dibeli pakai uang rakyat dibiarkan saja terbengkalai kehujanan dan kepanasan di halaman kantor Dinas PU Bina Marga Kabupaten PALI. Kenderaan dan alat berat itu terkesan tanpa  sayangi kalau alat berat yang dibeli pakai Uang rakyat itu jadi rusak.

Kendaraan dan alat alat berat milik Pemkab PALI diparkirkan siang dan malam di lapangan terbuka dihalaman kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten PALI. tanpa disiapkan gerasi untuk melindungi kenderaan dan peralatan berat yang bernilai mahal itu. Hal ini sudah lama berlangsung. Oknum oknum yang bertanggung jawab seperti tanpa beban moral untuk memelihara dan merawat peralatan itu seolah ” Emangnya gue pikirin, belinya juga pakai Uang APBD bukan Uang pribadi saya ”

Sungguh tidak masuk akal Pemkab PALI tidak mampu membangun grasi tempat penyimpanan kenderaan dan alat berat milik Kabupaten PALI. Sedangkan membangun sarana prasarana yang tidak bermanfaat bagi masyarakat PALI selalu lancar setiap tahun anggaran.

Mungkinkah semua itu tidak ada pihak pihak yang merasa bertanggung jawab atau merasa memiliki peralatan yang dibeli pakai Uang rakyat itu.

Peralatan Berat milik Penlab PALI dibiarkan saja kehujanan dan kepanasan tanpa ada rasa sayang.

Sementara itu terkait permasalahan ini, secara terpisah terkait permasalahan ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten PALI “Ristanto”ketika di konfirmasi via pesan WhatsApp Selasa,(18/01/2022). Dia mengatakan kalau alat berat tersebut bukan dibiarkan namun alat berat tersebut tidak terpakai (Standby) disusun di halaman parkir Dinas Pekerjaan Umum.

“Alat berat tersebut bukan dibiarkan, alat berat yg tidak terpakai (standby) tersusun rapih di halaman parkir Dinas PU” Jelasnya

Lanjutnya sedangkan untuk perawatan tetap dilakukan supaya alat berat tersebut selalu siap apabila akan digunakan. Terkait belum adanya gerasi atau tempat alat tersebut dikarenakan kantor dinas Pekerjaan Umum masih bersifat sementara (sewa) dan untuk pembangunan gerasi tersebut juga memerlukan anggaran yang besar dan tidak mungkin di bangun di lokasi kantor yang saat ini di sewa karena di takutkan akan menjadi permasalahan.

“Insyallah, apabila pembangunan gedung kantor Dinas Pekerjaan Umum di laksanakan tahun depan akan juga langsung di bangun gerasi dan Workshop untuk alat berat tersebut” Pungkasnya (EA)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *