Banyuasin,medianusantaranews.com- Begini mengistilahkan dirinya “Masih enak tangannya kecepit daun pintu dari pada kecepit ekonomi” ucapan nenek Mai (71) terkait harga minyak goreng yang terus melangit, sedangkan harga buah sawit terus anjlok, ungkapnya kepada wartawan media ini disela-sela perjalanan ke warung tetangganya (13/5/2022).
Kecepit daun pintu jelas terasa sakitnya, tetapi kalau ekonominya lumpuh begini dampak dari anjloknya harga sawit tentu mirip mayat hidup saja. “Semestinya Pemerintah melarang jual bahan Migor keluar negeri dan harga sawit lah turun harus juga diimbangi harga Migor harus turun, tapi ini malah tambah mahal saja, cetus nenek yang tak pernah mendapat bantuan dari program Pemerintah.
Lanjut nenek yang setiap harinya mengaku menghabiskan waktunya untuk menonton TV dirumah anaknya itu juga prihatin masih ada aksi penyelundupan Migor 8 kontainer bakal dikirim keluar negeri yang berhasil digagalkan oleh polisi, wajar kalau Migor saat ini harganya masih mahal dan meminta pelakunya untuk dihukum mati saja dan Migor nya dijual ke pasar biar Migor menjadi kembali ke harga yang murah seperti semula, ungkap nenek yang hanya belajar di bangku SR.
“Migor Mark tawon sebelum ada kenaikan harganya cuma Rp 12 ribu di warung, tetapi sekarang masih bertahan diharga Rp 26 ribu perliternya, yang saat itu harga sawit Rp 3400 perkilogram, tapi saat ini sawit sudah turun harga sampai Rp 1500 perkilonya, tapi harga Migor dengan Mark itu harganya masih tidak diturunkan, kok malah ada yang berniat akan diselundupkan, wis edan itu namanya”, sahut pemilik warung dikawasan Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin disela-sela melayani pelanggannya.
Via WhatsApp Kadis Perindag Pemerintah Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim saat dikonfirmasi mengatakan “sejak pemerintah melepas harga minyak goreng ke mekanisme pasar mulai 16 Maret 2022, seketika stok-stok minyak goreng membanjiri pasar dengan harga 22.500/liter”.
Lanjut Erwin “Namun skr pemerintah masih akan berusaha mengatur harga untuk kembali diturunkan dengan mulai melakukan pembatasan ekspor bahan baku minyak goreng sawit, dengan harapan bisa kembali ke Rp.14.000/liter”, jawabanya.(mnn)
Editor waluyo








