Inspektur dan APH Didesak Segera Periksa Kadinkes Tuba

Tulang Bawang,medianusantaranews.com- Praktisi hukum Donal Andrias SH dan Riduan Habibi SH MH meminta inspektorat dan Aparata Penegak Hukum (APH) harus berani memeriksa Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) atas dugaan Mark-Up tahun anggaran 2022. “Mestinya Inspektorat memeriksa terlebih dahulu untuk membuktikan ada atau tidaknya dugaan markup tersebut,” kata Donal.

Dari berbagai informasi, lanjutnya, ada beberapa item kegiatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang tahun 2022 ini terindikasi terjadi penyalahgunaan anggaran.

Diantaranya pembelian alat tulis kantor pada bulan Januari 2022 terdapat 47 item pembelian ATK. Pada bulan Februari terjadi 4 kali pembelian ATK, bulan Maret ada 2 kali pembelian ATK, bulan April terdapat 7 kali pembelian ATK dan bulan Mei ada 2 kali pembelian ATK.

“Hingga bulan Mei 2022 itu pembelian ATK yang anggarannya Rp.722.981.344. Sementara terdapat belanja lain-lain pada bulan yang sama yakni Januari senilai Rp.79.823.000,” sebut Donal yang juga aktivis pembela anak dan perempuan ini.

Selanjutnya, kegiatan pemasangan reklame dan pemotretan menghabiskan dana sebesar Rp.397.188.000. “Juga terdapat anggaran sewa gedung senilai Rp.20.000.000. Total dari 4 kegiatan itu mencapai Rp.1.222.992.344,” ungkapnya.

Riduan Habibi menambahkan, untuk anggaran belanja makan minum pada bulan Januari senilai Rp.212.670.000 untuk 12 kali rapat. Belanja makan minum pada bulan April senilai Rp.113.120.000. Juga anggaran makan minum pada bulan Februari, Maret dan Mei mencapai nilai Rp 66.770.000.

“Selain itu anggaran sewa kendaraan bermotor pada bulan Januari ada 9 kali penyewaan menghabiskan dana sebesar Rp.503.170.400, sedang sewa kendaraan bermotor pada Februari, April dan Juli sebesar Rp.93.700.000. Total untuk dana anggaran sewa kendaraan mencapai Rp 596.870.000,” beber praktisi dari kantor hukum IRH dan Partner ini.

Dari beberapa item kegiatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang itu pada tahun 2022 yang sudah berjalan itu, pihaknya juga menemukan indikasi terjadinya penyelewengan anggaran atau murk up.

Kadinkes Pemkab Tulang Bawang, Patoni, SKM.M.Kes hingga beritanya ditayangkan oleh media ini belum dapat dikonfirmasi, maka itu belum diketahui kebenaranya atas dugaan Mark-Up yang dilakukanya.(/MNNgus)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *