“Sibuk Pencitraan”, Pelajar di Muba Harus Berjibaku Dengan Lumpur

Muba,medianusantaranews.com- Pelajar didalam wilayah Kecamatan Jirak Jaya Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan siap berjibaku dijalan berlumpur saat akan pergi dan pulang dari sekolah.

Berlumpurnya itu, selain memang sudah dalam kondisi rusak yang sudah lama, ditambah akibat dari intensitas hujan yang tinggi beberapa sebulan terakhir, hingga jalan itu sulit dilalui pengendara, baik roda dua, apalagi untuk kendaraan angkutan penumpang dan hasil aktivitas perkebunan bagi warga setempat.

Jalan yang menghubungkan beberapa Desa dan juga penghubung Kecamatan menuju pusat ibu kota Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) ini, sudah mengalami kerusakan sejak Satu tahun yang lalu, namun hingga saat ini belum juga ada perbaikan, tepatnya dekat jembatan gantung menuju Desa Talang Simpang, Rukun Rahayu dan Desa Mekar Jaya, ucap pelajar yang diminta komentarnya oleh awak media ini Sabtu kemarin.

Sebagian pelajar sebut saja A dan R mengaku sering terlambat datang ke sekolah, karena jalan menuju ke sekolah kami berlumpur, sehingga kendaraan kami sulit melewatinya, sempat kami jatuh, karena kondisi jalan yang licin, maka sering tak masuk sekolah saat musim hujan, terkadang kami nekat ke sekolah dalam kondisi pakaian basah dan kotor berlumpur, ujarnya.

Memang kasian kalau lihat para generasi pelajar kita yang juga calon pemimpin wilayah ini, saat melintas dijalan itu tak jarang yang tidak terjatuh, apalagi bagi siswa perempuan, tapi heranya saat ini pejabatnya suka kerja pencitraanya saja, padahal kerusakan ruas jalan itu sudah lama, sambung warga setempat yang ngaku kesal aktivitasnya juga terganggu.

Kepada wartawan Camat Jirak saat di minta keterangan melalui WhatsApp dijelaskan terkait jalan yang rusak di wilayah Kecamatan Jirak Jaya pada Kamis (2/2/2023) ketika dibenarkan bahwa ” Untuk saat sekarang, ruas jalan Jirak-Simpang Rukun Rahayu ada 20 titik yg rusak dengan total panjang +\- 700 meter. Dalam 2 hari kedepan akan dilakukan perbaikan dari Perusahaan dengan rincian Pertamina berupa pengadaan alat berat, Medco dan GWN berupa material batu pecah”, balas Yudi.

Yudi menambahkan, sedangkan nantinya Pemkab Muba menganggarkan 9,4 M untuk penanganan jalan dimaksud pada TA 2023 ini namun masih menunggu proses lelang dari PUPR, imbuhnya.

Sayangnya, Plt Kepala Dinas PUPR Muba, Mirwan Susanto saat di hubungi melalui nomor kontak yang sama, tak membalas konfirmasi wartawan, hingga beritanya ditayangkan dimedia ini. (MNN/waluyo).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *