Musi Banyuasin,medianusantaranews.com- Konferkab PWI Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan sempat menegangkan guna menentukan kepengurusan masa kerja 2023-2026.
Konferkab dengan tema “Memantapkan Kopentensi Upaya terwujudnya Profesionalitas Wartawan” itu digelar di Aditorium Pemkab Musi Banyuasin pada Kamis, (16/03/2026). 

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Novas Ready mengatakan diawal pendaftaran ada 4 Kandidat calon, tapi yang mengembalikan berkasnya hanya dua calon.
Dijelaskan Plt Ketua PWI Muba kegiatan ini bisa terlaksana dibiayai oleh para calon dan Panpel tidak membuat proposal penggalian sumber dana baik kepada Pemerintah atau kepada perusahaan.
Masih kata Dia, jumlah pemilih untuk PWI Muba ada 43 suara dan pelaksanaan Konferkab di Muba ini ditambah satu suara dari PWI Sumsel, tutupnya.
Sambutan Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar yang pada intinya disampaikan terimakasih kepada Panpel bahwa jalanya pelaksanaan Konferkap PWI di Muba bisa berjalan lancar dan kondusif.
Jika jalanya kegiatan dengan positif semoga nantinya menghasilkan Ketua yang berpotensi dan profesional sehingga nantinya PWI Muba bisa menjadi lebih baik dan maju.
PWI satu organisasi kewartawanan yang paling tua bahkan jauh lebih tua dari usia kita, tentu organisasi ini sudah banyak mengalami perubahan dan lebih maju lebih baik yang di Solo pada 1946.
Diharapkan dalam Konferkab di Muba supaya berlangsung dengan baik, dari 2 calon itu nanti akan ada yang menang dan kalah, tetapi itu jangan dipersoalkan, karena itu takdir.
Seyogiyanya Konferkab PWI di Muba ini harus digelar sekitar 6 bulan lalu dan ditunda sebab Konferkab itu ada surat dari PWI Pusat dan saat ini dilaksanakan konferensi juga karena ada izin di PWI Pusat, jelasnya mengakhiri sambutanya. 

Ketua PWI Pusat diwakili Oktaf Riady yang intinya dikatakan dalam PWI kita bersaudara dan pasca pemilihan ini nantinya agar untuk PWI di Muba tetap bersatu dan bangun lah PWI ini menjadi organisasi yang lebih baik.
Ketua Bidang Pembelaan wartawan PWI Pusat mengakui masih banyak rekan wartawan yang karya penulisanya tidak dilengkapi konfirmasi dan akhirnya pemberitaanya dipermasalahkan oleh nara sumber, akhirnya sampai masuk penjara.
Untuk itu Oktaf mengajak kepada rekan-rekan wartawan mari belajar dan belajar terus agar jadi wartawan yang profesional, tutupnya.(MNN/waluyo)








