Banyuasin,medianusantaranews.com- Masih hangat cerita pasutri meninggal dunia terhimpit kayu balok masak yang jumlah kubiksasinya mencapai puluhan kubik akibat laka di ruas jalintimsum palembang-Betung di Km 32 Desa Pulau Harapan Sembawa, karena beradu truk dengan truk (25/5/2023).
Dalam kejadian laka maut tersebut tak hanya menghilangkan nyawa saja, tetapi juga menciptakan kondisi arus lalulintas dari dua arah mengalami kemacetan yang cukup melelahkan baik yang dirasa oleh pengemudi maupun petugas dari kepolisian dilingkup Polres Banyuasin Polda Sumsel.
Dilokasi kecelakaan itu tidak ada jalan alternatif, maka untuk kembali normal arus lalulintas petugas Satlantas Polres Banyuasin membutuhkan ekstra waktu yang cukup melelahkan, karena harus mengevaluasi kedua kendaraan yang terlibat laka juga harus meminggirkan ratusan batangan balok kayu masak yang berhamburan menutup ruas jalan negara itu.
Informasinya insiden tersebut RAN truk pengangkut balok kayu masak melaju dari arah Jambi tujuan Jakarta, dilokasi kejadian berusaha dahului kendaraan didepanya yang bertepatan dari lawan arah datang RAN truk, sehingga beradu palak RAN truk tersebut tak dapat saling hindar dan maut menjemputnya, terang warga dilokasi kejadian ketika itu, ujar Ramon saat berbincang di lokasi kejadian ketika itu. 
Berselang sehari (26/5) sekira jam 13.20 wib kejadian serupa juga terjadi dijalan kabupaten di Desa Meranti Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin, ada RAN truk beradu dengan Ranmor yang menyebabkan kedua pengendara motor satu mengalami luka yang cukup serius dan oleh saksi dan keluarganya langsung dibawa ke RSUD Banyuasin, sedangkan rekanya meninggal dunia (MD) dilokasi kejadian perkara.
Tidak hanya itu dalam insiden tersebut kedua kendaraan baik RAN truk maupun Ranmor dalam kondisi kerusakan yang juga parah.
Dari berbagai cerita yang disampaikan Narasumber dilokasi kejadian yang dia ketahui kronologinya RAN truk melaju dari arah Suak Tapeh menuju ke Pulau Rimau, sebaliknya RANmor yang melaju cepat dari arah Pulau Rimau menuju ke Suak Tapeh.
Yang diketahui narasumber RAN truk dari arah Suak Tapeh melaju tujuanke Pulau Rimau terlihat pada jalurnya tak begitu kencang jalanya dan RAN mor itu terlihat berboncengan melaju sangat cepat dari arah Pulau Rimau terlihat melintas melebar masuk dijalur Rantruk sehingga kejadian maut tak bisa mereka hindari.
Untuk sementara narasumber meminta agar nopol kedua kendaraan termasuk identitas sopir dan pengendara Ranmor jangan disebutkan dalam pemberitaan, sebab dari kedua belah pihak belum ada yang lapor kepihak berwajib, mungkin dari akan ditempun jalur damai antara kedua belah pihak, namun saat ini dari kedua belah pihak masih terlihat trauma berat, ujar H Priatna sempat berbincang semalam.
Beritanya ditayangkan media ini pihak kepolisian setempat ada yang diminta komentarnya.(MNN/waluyo)








