Komplotan Rampok Tauke Sawit Pulau Rimau Diancam Hukuman Mati

Banyuasin,medianusantaranews.com- 3 dari 4 komplotan rampok yang disertai pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Pulau Rimau Polres Banyuasin Polda Sumsel telah berhasil ditangkap dan komplotan rampok sadis tersebut diancam hukuman mati dan paling ringan hukuman seumur hidup. Untuk satu pelaku yang berstatus dalam pencarian orang (DPO) diminta supaya secepatnya menyerahkan diri, sebelum petugas menjemut secara paksa, terang Kapolres saat menggelar pers rilis pada Senen (29/5/2023).

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Syafi’i SIK MSi didampingi Kasatreskrim AKP Harry Dinar SIK MH beserta anggota Sat reskrim dalam press release yang digelar di gedung Mapolres Banyuasin benar adanya tindak pidana pencurian yang disertai pembunuhan.

Dijelaskan Kapolres, kronologi kejadian sekira pada hari Kamis (25/5/2023) pukul 03.00 Wib, terjadi pembunuhan secara berencana dan atau tindak pidana pencurian yang diseryai kekerasan yang mengakibatkan korban bernama Karim Subandi (50) warga Desa Senda Mukti Rt 06 Dusun II Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin meninggal dunia.

Para pelaku diketahui dilakukan oleh Arif, Muji dan Agus terlebih dahulu merencanakan pencurian mobil milik korban pada hari Minggu (21/5/2023) diduga para pelaku terlilit hutang. Kemudian pada hari Rabu (24/5/2023) sekira pukul 12.30 Wib. Arif mengajak Muji dan Agus berkumpul dirumah Mustofa Alias Gopeng, untuk membahas dan merencanakan pencurian mobil milik Karim Subandi.

Mendengar cerita tersebut, Muji tidak bisa ikut, namun dirinya mengatakan akan membantu menjualkan mobil hasil curianya saja.

Pada Hari Rabu (24/5/2023) sekira jam 23.00 wib, ketiga pelaku tiba dirumah korban, Arif mengetuk pintu sambil manggil nama korban. Setelah pintu terbuka, Arif bersama Agus masuk kerumah korban lalu dipersilahkan untuk menginap, tak lama korban masuk kekamar untuk tidur.

Saat itulah Rais masuk kedalam rumah untuk melakukan pencurian bersama Arif dan Agus dengan cara masuk kedalam kamar korban. Korban pun terbangun, lalu Rais mendorong korban yang berusaha berontak.

Lalu Arif mengambil sebatang besi yang dibawa oleh Rais langsung dipukulkan ke dada dan leher korban, sedang Agus memukul bagian perut dan kepala korban berkali-kali dibantu oleh Rais yang memukul korban berkali-kali dengan menggunakan tangan kosong, yang mengakibatkan korban terjatuh tak sadarkan diri, kemudian korban diikat hingga meninggal dunia.

Pelaku berhasil mengambil barang milik korban berupa 1 unit mobil inova nomor polisi BG 1653 JP, 5 buah BPKB, 1 buah handphone yang dibawa kabur oleh Agus (DPO) dari kejadian itu harga milik korban diperkirakan senilai Rp 200 juta.

“Ketiga pelaku masing-masing Arif, Rais dan Muji berhasil kita amankan bersama barang bukti, sementara pelaku Agus masih DPO,” benernya.

Untuk komplotan pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHPidana dan atau pasal 365 ayat 4 KUHPidana hukuman mati atau penjara seumur hidup. (MNN/rilis SMSI Banyuasin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *