KETUA POKJA DESA LINGGA PROTES kETIDAK JELASAN PROSES REKRUTMEN TENAGA KERJA PT PPA DAN PT AMM TANJUNG ENIM

Muara Enim
medianusantaranews.com

Dinilai ada kejanggalan, Ketua Pokja Des Lingga Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim, Ahmad Nangwi melakukan protes terhadap proses rekrutmen tenaga kerja PT Putra Perkasa Abadi ,(PPA) Tanjung Enim.

Hal itu disampaikannya kepada media ini, Selasa (26/07/2023).

Lelaki yang akrab disapa Jangkok ini mengungkapkan, diketahui sekurangnya ada 120 orang calon karyawan yang sudah di proses induksi untuk ke PT Antareja Mahada Makmur (AMM) dan sudah keluar SIM-DLT nya,. Sedangkan sebagian lagi ada yang melamar ke PT Putra Perkasa Abadi ,(PPA), tapi janggalnya di tengah proses seleksi dialihkan ke PT Antareja Mahada Makmur (AMM)

Untuk diketahui bahwa PT Antareja Mahada Makmur (AMM) merupakan anak perusahaan PT  Putra Perkasa Abadi (PPA).

” Sekitar 120 pelamar tersebut sudah di arahkan untuk menyelesaikan urusan pekerjaan di tempat mereka bekerja/resign agar dapat melanjutkan proses rekrutmen,” kata Jangkok

” Namun setelah para pelamar tersebut resign hingga saat ini tidak ada kelanjutan dari pihak PT Antareja Mahada Makmur (AMM)

Dalam permasalahan ini, lanjut Jangkok, Pokja Desa Lingga beserta sudah membantu menaungi dan mempasilitasi mereka para calon karyawan yang terkatung – katung tersebut tidak mendapatkan kejelasan dari pihak PT PPA atau PT AMM..

” Kami berupaya bertemu pihak PT PPA dan PT AMM, bertemu dengan Pak Aziz perwakilan PT AMM dan pak Untung Widodo Perwakilan PT PPA) namun kami tidak memperoleh jawaban yang pasti,” kata Jangkok.

Lanjut Jangkok lagi, Mereka hanya mendapat jawaban yang menurut para calon karyawan tersebut bertele-tele dan tidak ada kejelasan mengenai nasib mereka yang sudah melamar pekerjaan kedepan

Jangko Menuturkan, para calon karyawan dimajsud sangat mengeluhkan sikap perusahaan yang dinilai tidak memiliki kejelasan dan kepastian, sedang mereka kebanyakan para pelamar yang sudah memiliki keluarga, mereka sangat membutuhkan pekerjaan untuk menafkahi istri dan masa depan anak – anak mereka

” Memang  pihak PT Antareja Mahada Makmur (AMM) sudah menyuruh mereka untuk resign saat proses rekrutmen, mereka mengikuti instruksi tersebut. Tapi hingga saat ini tidak ada panggilan lanjutan bahkan ada infformasi dibatalkan, itukan keterlaluan bisa menimbulkan kegaduhan,” ucap Jangkok.

,” Sebelumnya para pelamar sudah berharap ada penghasilan setiap bulan untuk biaya hidup bersama keluarga setelah bekerja. Tapi sepertinya itu cuma jadi angan- anganm mereka. Karena kalau terjadi pembatalan berarti mereka harus bersusah payah untuk mencari penghasilan demi menghidupi keluarga, bahkan tidak sedikit yang sudah terlilit hutang untuk betahan hidup,” papar Jangkok.

” Dimana perhatian perusahaan  terhadap angkatan tenaga kerja dari warga sekitar kalau rekrutmen tenaga kerja ini tidak ada kejelasan dari pihak perusahaan,” pungkasnya. (Ab)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *