Gas Subsidi Langka di Muba dan Banyuasin, Emak-Emak Mulai Klimpungan

Muba,medianudantaranews.com- Gas bersubsidi isi 3 kg di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Kabupaten Banyuasin dalam dua pekan terakhir ini, emak-emak dari dua wilayah tersebut terlihat mulai klimpungan. Warga dari Kecamatan Lais Kabupaten Muba, sebut saja Siti (51) mengaku sudah dua pekan Februari 2025 ini telah kesulitan mencari Gas elpiji bersubsidi isi 3 kilogram, baik di pangkalan bahkan di warung tempat pengecer, sedangkan untuk tabung gas melon pada kosong.

Siti mengatakan sudah dua hari ini cari gas melon di warung – warung pengecer seputaran Lais dan Teluk Kijing III pun semua kosong termasuk dipangkalan gas isi 3 kilogram juga kosong.

“Karena tak ada gas, untuk dua hari ini terpaksa kami beli sayur dan lauk pauk yang sudah masak di warung, sebab mau memasak menggunakan tungku tak ada lagi, ungkapnya,(11/02/2025) kemarin.

Hal senada diungkap emak Elok, Dia juga sudah dua hari cari gas baik bersubsidi maupun yang non subsidi tak ada lagi, di warung-warung pada kosong , hari ini aja kami dapat 1 tabung Gas isi 3 kg pun mesan dari keluarga di Desa Bailangu, jelasnya.(12/02).

Terkait kelangkaan gas Elpiji baik yang subsidi atau non subsidi dikeluhkan oleh emak-emak yang ada dalam Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin selama 2 pekan terakhir.

“Sekalipun harganya tidak jadi masalah jika barangnya ada, saya sudah keliling di Betung ini untuk mendapatkan gas isi 3 kg sampai mandi keringat masih juga tak dapat, beruntung selama sepekan ini memasak menggunakan dapur darurat”, terang Mak Nurma (74) kepada awak media ini beberapa saat yang lalu.

Masih menurutnya, jika masuk dibulan Ramadhan ini keberadaan gas elpiji isi 3 kg maupun yang non subsidi masih saja langka tentu keluarga kami kelabakan.

“Mudah-mudahan dengan keluhan kami emak-emak ini didengarkan Pemerintah dan secepatnya kelangkaan gas Elpiji ini cepat teratasi”, harapnya yang sekaligus menutup keluhanya.

Sementara perwakilan pangkalan atau agen gas 3 kg Ny Syarif saat dibincangi wartawan mengatakan untuk pasokan gas melon dari Pertamina masuknya se-Minggu sekali, lansung dibagikan ke warung-warung pengecer di desa-desa, sehingga dalam satu- dua hari stok gas melon pun langsung habis.

” Pasokan gas melon dari Pertamina datangnya se-minggu sekali dan itupun sudah ada orang-orangnya untuk di warung-warung pengecer, sehingga satu- dua hari stok habis, sedangkan agen gas melon dalam wilayah Kecamatan Lais ini hanya terdapat beberapa pangkalan saja yang ada”, ujarnya.

Terpisah Plt Camat Lais Yuandri SSTP via WhatsApp mengatakan Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kecamatan Lais tentunya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, karena berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada gas dan pelaku usaha kecil dan rumah tangga.

“Dampak Kelangkaan ini menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama bagi mereka yang bergantung pada gas untuk memasak”, ujar Plt Camat Lais Yuandri dikutip dari beritaperss.id (11/02/2025).(MNN)

Admin : waluyo.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *