Banyuasin,medianusantranews.com- Badan jembatan Bethon PTPN di Desa Bentayan Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan nyaris rungkat disundul kapal Tongkang mengangkutan batubara milik PT. Tempirai yang nekat menerobos pada Jum’at (14/03/2025) sekira pukul 01.30 wib dinihari.
Informasi yang dihimpun bahwa kapal tongkang batubara itu milik Pt. Tempirai dan kejadian seperti itu juga pernah terjadi pada tahun 2024 lalu dan jembatan Bethon itu usai disundul tongkang batubara kondisinya semakin parah.
Akan lebih parahnya lagi apabila air laut pasang luapan air akan meninggi, ditambah intensitas hujan tinggi, jadi jembatan itu akan ambrol atau kapal Tongkang Batubara yang tenggelam.
Terlihat tongkang batubara yang nyundul jembatan itu bermuatan batubara hingga tinggi menjulang yang ditarik oleh kapal Tagboat dari lokasi penambangan hendak di bawa ke Muara Laut.
Masyarakat sekitar yang tiap hari melintas jembatan PTPN tersebut mengetahui kondisinya retak usai disundul tongkang batubara yang diduga milik Pt. Tempirai terlihat emosi, menurutnya hanya melalui Jembatan itu satu-satunya sarana traspotasi jalan darat bagi warga asal Sungai Lilin Muba dan warga Keluang dan Bentayan Banyuasin untuk beraktivitas dan sangat lah wajar marah. Untuk itu wargapun meminta agar Pt. Tempirai harus bertanggungjawab.
“Apabila aliran sungai itu tetap di biarkan dilalui armada angkutan batubara yang melebihi kapasitas, dipastikan bisa seperti jembatan di wilayah Kecamatan Lalan di Kabupaten Muba yang kasusnya sama juga di seruduk tongkang batubara”, terang Feri salah satu warga yang mengaku pengguna sarana transportasi diatas jalan dan jembatan tersebut.
Dia menambahkan, jembatan itu tak hanya sebagai sarana jalan PTPN saja, juga sebagai jalan penghubung antar Kecamatan termasuk antar Kabupaten, untuk itu diminta pemerintah baik dari Kabupaten Muba dan Banyuasin termasuk dari Pemprov Sumsel agar menghentikan aktivitas armada angkutan batubara yang melalui aliran sungai, tukasnya.

Sisi lain dampak dari insiden itu bisa mengancam aktivitas armada angkutan buah sawit milik PTPN 4 Regional 7 kebun Bentayan bakal tertunda, bila badan jembatan ambrol.
Apabila sampai tertunda armada angkutan buah sawit dari kebun PTPN Bentayan yang tiap harinya mencapai ratusan ton itu, tentu bakal mengalami kerugian yang lebih besar diderita perusahaan plat merah, ujar dari salah satu pejabat PTPN 4 Regional 7 kepada wartawan via ponsel.
Dijelaskan, jembatan Bethon yang membentang diatas aliran sungai Bentayan itu dibangun dengan dana patungan 25 persen dari dana APBD Kabupaten, 25 persen dari APBD Provinsi dan 50 persen dianggarkan oleh PTPN ketika itu.
“Bila terjadi kerusakan Jembatan Bethon tersebut akibat disundul oleh Kapal Tongkang Batubara, tentu aktivitas angkutan produksi perkebunan PTPN jelas terancam terganggu”, tegas Ismari melalui ponsel ketika itu.
Via ponselnya juga dikatakan oleh Manager PTPN 4 Regional 7 kebun Bentayan, Muhammad ZS, bahwa benar adanya insiden itu dan saat ini kondisinya jembatan itu saat ini masih patah tengah.
Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo ketika dikonfirmasi via WA melalui Kapolsek Tungkal Ilir AKP Febriansyah, SH dikatakan “Kami sudah panggil pihak terkait bang, mudah-mudahan ada solusi yang terbaik, untuk masyarakat”, jawabnya singkat.
Sementara beritanya ditayangkan di media ini pihak Pt. Tempirai yang diduga pemilik perusahaan tambang batubara tersebut belum dikonfirmasi.(MNN/waluyo).








