#Truk Tangki Bermuatan BBM Lebih 30 ton Tujuan Lampung itu milik siapa#
Banyuasin,medianudantaranews.com- Truk tanki jenis Fuso yang diduga bermuatan bahan bakar minyak (BBM) hasil dari praktek illegal drilling dari wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) jadi perbincangan publik, Pasalnya hampir sepekan ini entah mengapa oleh sopirnya diparkir ditepi jalan nasional Palembang-Jambi tepatnya di Kampung Sedompo Kelurahan Betung Kabupaten Banyuasin, hingga beritanya ditayangkan di media ini tidak diketahui keberadaan pengemudinya dan meninggalkan mobilnya begitu saja dilokasi itu tanpa ada keterangan.
Keterangan yang dihimpun di lapangan truk tanki itu yang memuat lebih dari 30 ton BBM hasil ilegal Drilling sudah hampir sepekan ini terparkir tanpa kejelasan, siapa pemilik kendaraan dan BBM termasuk siapa pengemudinya karena, ketika mogok disitu sampai sekarang ini masih dibiarkan.
Yang diherankan oleh warga setempat, karena kendaraan besar dan bermuatan BBM jenis solar dibiarkan begitu saja baik oleh pemilik maupun pengemudinya, termasuk dari pihak berwenang. Hampir sepekan ini mobil itu mogok di situ seolah barang tak ada tuannya, sementara ada bau migasnya menyengat.
“Informasinya BBM itu berasal dari Muba dengan tujuan ke Provinsi Lampung,” ujar warga yang meminta namanya tidak ditulis dalam pemberitaan.
Menurutnya, dengan mogok truk tangki disitu, aktivitas warga mencari tambahan dana pembangunan Masjid ikut terganggu, sementara tuan kendaraan dan sopirnya tak ada entah dimana.
“Kwatirnya jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan, pastinya warga yang disekitar lokasi itu yang bakal disusahkanya”, cetus Fian saat berbincang dengan wartawan media ini (11/11/2025).
Lanjutnya, Praktik pengiriman BBM ilegal dengan kendaraan bernopol dari luar daerah Banyuasin bahkan Sumsel itu diduga telah menjadi jaringan bisnis gelap yang melibatkan banyak pihak.
Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai penyebab truk tanki dibiarkan mogok di lokasi tersebut. “Keberadaan Truk Tanki yang di ketahui bermuatan BBM hasil illegal drilling dibiarkan disitu justru menimbulkan tanda tanya besar, apakah memang benar-benar mogok atau kerusakan mesinya atau sedang nunggu pengawalan atau memang disengaja oleh sopirnya ditinggalkan untuk menghindari razia petugas?”, tanyanya seraya menambahkan.
Akhirnya publik pun berharap kepada aparat terkait untuk segera turun tangan, untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin bisa saja terjadi dan bebas liarnya angkutan BBM ilegal tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan pihak aparat terkait terhadap usaha peredaran BBM ilegal yang melintas dijalan nasional di wilayah Kabupaten Banyuasin yang merupakan titik transit strategis dari Muba menuju Lampung.
“Kalau dibiarkan, ini jadi bukti nyata betapa kuatnya bisnis BBM ilegal di Sumsel. Aparat jangan tutup mata,” tegas Dia yang juga merupakan salah satu aktivis yang dikenal kritis di Banyuasin dan Muba.
Hingga beritanya ditayangkan di media ini belum ada keterangan resmi baik dari pemilik barang dan sopirnya termasuk dari pihak aparat terkait.(MNN)
Korlip : waluyo








