Prabumulih, Sumatera Selatan
medianusantaranews.com
Dugaan praktik curang dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mencuat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Prabujaya, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.(Rabu, 30/06/2026).
Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan aktivitas mencurigakan sejumlah pengendara sepeda motor bertangki besar yang diduga melakukan pengisian BBM secara berulang dalam waktu singkat.
Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas kendaraan yang sama bolak-balik mengisi BBM jenis bersubsidi, diduga tanpa pengawasan ketat dari petugas SPBU. Praktik ini memicu kecurigaan adanya “permainan” antara oknum pengendara dan pihak pengelola SPBU Prabujaya Kota Prabumulih.
Dugaan permainan kotor ini jelas telah menimbulkan keresahan, bahkan merugikan warga yang sehari-hari mengisi BBM bersubsidi di SPBU tersebut lantaran jatah BBM bersubsidi untuk masyarakat cepat ludes, tidak tepat sasaran.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa pengendara tersebut diduga memberikan sejumlah uang kepada oknum petugas SPBU agar bisa mengisi BBM berkali-kali.
Dirinya mengamati ada oknum bolak balik diduga mengisi BBM bersubsidi menggunakan tangki kendaraan yang sudah dimodifikasi
“Mereka bolak-balik isi, tangkinya besar bahkan ada yang dimodifikasi. Setiap isi diduga ada setoran sekitar Rp2.000 supaya tetap dilayani. Padahal aturan jelas, satu kendaraan hanya boleh satu kali dalam sehari,” ungkapnya.
Modus ini diduga kuat untuk mengumpulkan BBM subsidi seperti Pertalite dalam jumlah besar, yang kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Praktik tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merampas hak masyarakat yang seharusnya menikmati BBM subsidi.
Tidak hanya itu, kondisi di sekitar SPBU juga dikeluhkan warga. Antrean kendaraan, baik mobil pribadi maupun truk, kerap mengular hingga tiga lapis ke badan jalan, menyebabkan kemacetan parah dan mengganggu arus lalu lintas.
Situasi ini memunculkan pertanyaan tajam dari masyarakat terhadap peran instansi terkait.
“Apakah Disprindag, Dinas Perhubungan dan Satlantas tidak mengetahui kondisi ini, atau justru sengaja membiarkan? Ini bukan kejadian baru, sudah sering terjadi,” tegas warga lainnya.
Masyarakat mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama aparat kepolisian segera turun langsung melakukan inspeksi menyeluruh, termasuk pengecekan sistem distribusi, takaran BBM, serta pengawasan di lapangan.
Jika terbukti, praktik ini jelas melanggar Undang-Undang Migas dan aturan distribusi BBM bersubsidi, dengan ancaman sanksi tegas mulai dari administratif hingga pidana.
Warga berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar respons formalitas. Sebab jika dibiarkan, praktik serupa akan terus berulang dan semakin merugikan masyarakat luas.
Hingga saat ini, pihak pengelola SPBU Prabujaya belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Minimnya respons justru memperkuat kecurigaan publik akan adanya pembiaran yang berlangsung cukup lama. (Red)





