Lampung tengah – medianusantaranews.com
Tewasnya suryadi, seorang warga Gunung Agung, Kecamatan. Terusan Nunyai, Lampung Tengah, yang kemudian memicu pembakaran dan perusakan 4 rumah, serta sejumlah kendaraan milik Lurah di sana, bukan peristiwa spontanitas.
Sejak lama, warga sudah mengetahui Lurah mereka menyimpangkan beras
bantuan, dengan bukti Video penjualan puluhan karung ke Tulang bawang.
Suryadi pun mulai mengunggah beberapa video, yang meminta Kapolres, Kapolda, Bupati, Gubernur, bahkan Presiden Prabowo turun tangan.
Karena belum ada reaksi, warga Gunung
Agung juga melakukan unjuk rasa ke Kantor Bupati Lampung Tengah, yang diterima oleh Wakil Bupati di sana.
Saat itu Wakil Bupati | Komang Koherisempat verian akan meneliti pengaduan dan akan menindak Lurah
Diduga Karena lemot penanganan, pada bulan yang sama, warga Gunung Agung juga menyegel Kantor Kampung mereka.
Karena juga belum ditanggapi, Suryadi meneruskan membuat konten soal penyimpangan beras bantuan dan
mengunggahnya ke Tiktok.
Diduga karena gerah, salah seorang sepupu Lurah pun menemui Suryadi di Pasar Bandar Agung. Mereka ribut di sana. Suryadi itu ditujah di leher dan dada, hingga meninggal.
Mendengar terbunuhnya Suryadi, massa
bergerak ke ruman lurah dan kerabatnya. Membakar dan merusak 4 rumah, meluluh lantak sejumlah kendaraan dilsana!
Kapolda Lampung irjen Pol helmy santik, usai temu pers Operasi Krakatau, mengatakan Polda akan menangani perkara penyelewengan
bansos beras tersebut.
Irien Pol Helmy menyebut Polres Lampung Tengah kesulitan menangani perkaranya selama ini karena barang bukti hanya berupa video dan unjuk rasa.
Meskipun demikian, Kapolda Lampung memastikan akan menangani perkara tersebut hingga tuntas.








