# Warga Terdampak Ancam Pasang Portal #
MUBA,medianusantaranews.com- Warga RT 4 RW 4 Kelurahan Sungai Lilin Jaya Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang berdomisili di sepanjang Simpang B2 mengeluhkan lantaran kondisi infrastruktur jalan dari simpang B2 ngalami kerusakan kian parah tambah bobrok, akibat adanya aktivitas kendaraan beban berat angkutan berkapasitas besar (tonase tinggi) secara maling-malingan waktu melintasnya pada malam hari.
Ruas jalan umum ini sebelumnya telah diaspal, kondisinya saat ini hancur, berlubang dan memicu polusi udara berdebu saat musim panas dan berlumpur jika datang hujan dan warga menjadi sangat terganggu aktivitasnya termasuk bagi anak-anak ke sekolah.
Salah seorang warga RT 4 RW 4 Kelurahan Sungai Lilin Jaya inisial Ep, mengatakan kekecewaannya secara langsung di lokasi.
“Kondisi jalan kita saat ini rusak semakin parah, selain ramainya aktivitas kendaraan juga diduga dampak dari kendaraan angkutan yang bertonase melebihi kekuatan aspal jalan atau overloading jenis mobil fuso itu lewat, saat berpas-pasan dengan anak sekolah itu bisa berbahaya. Nah, sekarang ini musim kemarau, orang jualan makanan disepanjang jalan sini kena debu, kalau hujan jalannya becek. Aku pernah sampai benjol di kaki, aku lagi tegak di situ, akibat terkena pentalan batu dari kendaraan,” ujar Ep sembari menunjukan kakinya dengan nada kesal.
Dia juga menjelaskan, operasional kendaraan pengangkut Crude Palm Oil (CPO) dari pabrik PT CCL sebenarnya sudah berjalan lama. Namun, jauh sebelumnya hanya menggunakan armada Diesel kecil yang kapasitasnya setara dengan kendaraan masyarakat setempat dan sesuai kapasitas kondisi jalan ini.
Ep mengaku sempat mendatangi pihak perusahaan, PT CCL, agar melakukan penyiraman jalan ini guna mengurangi dampak debu saat musim kemarau.
“Kondisi jalan ini rusak sekarang Pak, bukan rusak lagi bahkan kini lumayan parah. Harapan saya, agar kembalikan lagi dengan yang standar jalan, gunakan kendaraan yang sesuai dengan kondisi jalan, ya minimal atau stop,” tegasnya.
Terkait waktu operasional, Ep membeberkan bahwa Tangki jenis Fuso mengangkut CPO tersebut kerap beroperasi cara sembunyi-sembunyi pada malam hari.
“Sekarang diaturnya melintas saat waktu malam. Orang mulai lelap tidur baru mobil-mobil itu lewat, terkadang berapa menit ada 2, 3 mobil melintas gitu kan. Berapa menit lagi lewat lagi. Biasanya dikawal sama satpamnya, tapi sekarang sudah ada sebulan tidak dikawal lagi,” tambahnya.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, kendaraan syarat muatan tersebut diduga kuat melintas di luar batas kapasitas kemampuan jalan.
Akibat dari aktivitas muatan yang berlebihan (overloading), kedua titik lokasi jalan yang beraspal kini hancur merata dan dipenuhi lubang-lubang dalam yang sangat membahayakan pengendara roda dua.
Mirisnya lagi, kendaraan besar pengangkut CPO dari PT CCL yang lalu lalang tersebut diketahui ada yang menggunakan plat nomor polisi (nopol) berasal dari daerah di luar wilayah Kabupaten Muba dan Kabupaten Banyuasin.
“Sangat disayangkan, mereka merusak fasilitas jalan di daerah kita, tapi kendaraan yang mereka gunakan justru memakai plat luar daerah. Yang otomatis pajaknya kendaraan itu tidak masuk ke Kas Daerah kita, sementara warga di sini yang harus menanggung kerugian fisik dan dampak lingkungan dari jalan yang rusak ini,” ungkap warga setempat yang enggan disebutkan namanya di dalam pemberitaan.
Sementara itu, pada hari Senin (28/9/2026) sekira pukul 22.11 WIB, saat awak media melakukan pemantauan di titik pelintasan jalan Desa Mekar Jadi (B2) dan Kelurahan Sungai Lilin Jaya atau (Simpang B2), ditemukan armada jenis tangki fuso berwarna hijau putih bermuatan CPO dari pabrik milik PT CCL melintas dan 2 orang sopir armada tersebut, berinisial I dan N, memberikan pengakuan langsung saat diminta konfirmasinya.
“Kendaraan kami ini bermuatan CPO, Pak. Kami mengangkut dari pabrik PT CCL lokasinya berada di Dusun Tritunggal Desa Bentayan Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin dan hendak dibawa ke Jambi ,” pengakuan mereka.
Hingga beritanya ditayangkan di media ini belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan, telah diupayakan untuk dikonfirmasi baik pihak Humas dan manager PT CCL pun tak ada jawabannya. (MNN/waluyo)








