Bandar Lampung, medianusantaranews.com
Aura pemilihan walikota Bandar Lampung pada 2020 mendatang makin menguat. Meski rentang waktu masih terasa jauh, namun nama – nama tokoh yang akan bertarung pada pilwakot nanti sudah makin menguat.
Namun begitu, prediksi dari tim medianusantaranews.com pertarungan pilwakot kota Bandar Lampung akan tetap diikuti oleh partai – partai besar, dengan kandidat yang memang lama beredar.
Bahkan, sinyal – sinyal pilwakot rasa pilpres makin menguat, dengan makin gencarnya sosialisasi kandidat – kandidat yang terkenal dengan kader – kader handalnya.
PDIP sendiri misalnya, meski dipastikan akan ada evaluasi karena Jokowi menelan kekalahan di Bandar Lampung, namun beberapa pengamat tetap yakin PDIP akan menurunkan petarung handalnya, Eva Dwiyana istri dari walikota Bandar Lampung saat ini Herman HN. Dengan mengandalkan kuatnya infrastruktur jaringan pengajian Rahmat Hidayat, Eva juga merupakan.
Jelas Eva sendiri saat ini masih sangat diperhitungkan, mengingat kemenangan telak dirinya saat pileg lalu dimana jumlah suaranya bisa menambah kursi di legislatif untuk PDIP.
Potensi lain adalah datang dari partai lain yang juga lumayan kuat, partai Golkar. Rycko Menoza digadang – gadang akan diturunkan oleh Golkar untuk menghadapi pilwakot kedepan. Dengan restu gubernur terpilih Lampung, Arinal dan ayahndanya Sjahcroedin ZP, Rycko sendiri saat ini sedang on fire menghadapi pilwakot nanti.
PDIP dan Golkar sendiri sebenarnya tidak bisa terlena dengan keunggulan mereka di pileg 2019 kemarin. Sebab hangatnya nuansa pemilihan presiden yang jelas membelah dua kubu akan dipastikan juga terus dijaga oleh partai pengusung Prabowo – Sandi.
Meski masih samar, nama – nama yang ketokohannya bisa diandalkan juga sudah dipersiapkan oleh Gerindra dan partai lain. Sebut saja Mirzani Djausal (Gerindra), Yusirwan (PAN), dan Adhe Ibnu Utami (PKS). Belum lagi salah satu tokoh wanita yang aktif di bidang sosial, dr. Zam Zanariah kini juga aktif mensosialisasikan diri, diduga kuat dr Zam sendiri disiapkan oleh kubu 02 melihat dari histori pernah hadirnya dr. Zam Zanariah menjabat sebagai ketua JASPADI ( Jaringan Sehat Prabowo – Sandi ) pada sebuah acara pelayanan kesehatan gratis di Lampung tengah Februari lalu.
Kecendrungan tingkat politik pragmatisme di kota Bandar Lampung juga akan makin meningkat intensitasnya. Namun hal ini juga tidak lagi menjadi patokan kemenangan, sebab masyarakat sendiri saat ini makin pintar menghadapi situasi seperti pragmatisme.
Melihat kenyataannya, PDIP sebagai partai pemuncak di Indonesia khususnya kota Bandar Lampung diprediksi akan bersikap sangat hati – hati.
Perhitungan apakah akan berkoalisi dengan Golkar atau terus mengusung Eva Dwiyana ibarat pisau bermata dua. Apalagi, Ayah dari Rycko Menoza adalah seorang kader PDIP yang juga digadang sebagai anak “Emas” Megawati dari Lampung terlihat cukup andil mengintervensi perjalanan karier anaknya. Dan sudah pasti akan menarik beberapa suara PDIP di kota Bandar Lampung untuk berada dibarisannya kembali.
Sebaliknya, Eva Dwiyana sendiri sudah menunjukkan andil besarnya pada PDIP, fenomena suara berlebih pada dirinya hingga mampu ditumpahkan dan menambah jumlah kursi di legislatif tidak bisa serta merta dipandang rendah.
Fenomena The Power Of Emak – Emak yang membingungkan PDIP. Di satu sisi menjadi partai pemuncak, disatu sisi tidak bisa mendongkrak kemenangan Jokowi di kota Bandar Lampung.
(Red)








