Tim Gugus Tugas OKU Selatan Gelar Simulasi Pemakaman Pasien Covid-19

Muaradua,medianusantanews.com– Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menggelar simulasi penanganan jenazah pasien yang terpapar virus Corona. Kamis (23-04-2020).

Simulasi tersebut, melibatkan hampir semua jajaran yang tergabung di dalam tim Gugus tugas, termasuk diantaranya TNI dan Polri. Simulasi penanganan jenazah Covid-19, dilaksanakan di sekeretariat gugus tugas kabupaten OKU Selatan, Cara mengurus jenazah terpapar Covid-19 dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar.

Adapun peragaan penanganan jenazah pasien Covid-19, dimulai dari cara memindahkan pasien dari ruang isolasi menuju kamar jenazah. Sejumlah petugas medis dibalut dengan APD lengkap serta salah seorang diantaranya khusus bertugas memboyong mesin penyemprot disinfektan.

Setibanya di ruang jenazah, petugas medis membalut jenazah dengan plastik lalu dilapisi dengan kain kafan, serta dibalut kembali dengan plastik.

Setelah selesai dibungkus dua lapis plastik, petugas medis melakukan tayamum untuk jenazah. Usai tayamum, jenazah diletakan di dalam peti serta dipaku rapat. Bahkan peti jenazah disemprot dinsinfektan.

Dalam simulasi itu, setelah dilakukan proses mengkafani, serta tayamum, para petugas medis langsung menshalati jenazah di ruang jenazah RSUD Muaradua dengan jarak jauh.

Usai shalat, jenazah yang sudah di dalam peti, dibawa untuk dikebumikan. Para petugas pemakaman juga menggunakan APD lengkap untuk menghindari terpapar virus Corona.

Kepala Sekeretariat Gugus Tugas OKU Selatan Dony Agusta, SKM., MM., menyebutkan, para petugas medis sebelumnya sudah dilatih bagaimana cara menangani jenazah Covid-19.

“Makanya hari ini, kami bersama dengan Tim medis dari Puskesmas, RSUD dan Polri serta sejumlah pihak terkait melakukan simulasi, sehingga bila nanti ada kasus sudah ada standar penanganan. Dan petugas medis juga sudah siap”. kata Dony.

Dony juga mengatakan, persiapan penanganan jenazah Covid-19, bukan hanya di tataran petugas medis yang mengurusi jenazah tetapi sampai dengan kesiapan ambulans hingga proses penguburan.

“Tentu, kami tetap berkoordinasi dengan TNI dan Polri serta pihak-pihak terkait. Tapi, kita berharap jangan sampai ada kasus seperti ini”.ujarnya.

Menurut Dony, dalam simulasi ini diantara petugas medis menggunakan APD lengkap, selayaknya mengurusi jenazah sebenarnya. Dan tahapan-tahapan yang dilakukan sesuai dengan SOP yang ada.

“Selama simulasi berjalan lancar karena memang, petugas medis sudah lebih dulu dilatih tentang penanganan jenazah Covid-19”.pungkasnya. (Nuryono)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *