Info kutipan
Medianusantranews.com, (Banyuasin)- Para pelaku pungutan liar alias pungli di sekolah-sekolah diwilayah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan dari tingkat sekolah dasar hingga SLTA begini alasannya dari pihak sekolah, setelah aksinya terbidik awak media.
Aksi dugaan pungutan liar di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Sembawa Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan setelah mengkonfirmasikan kebenarannya pada hari Rabu (18/8/21) akhirnya viral dan menjadi polemik banyak pihak juga dikalangan sesama awak media sendiri.
Pasalnya aksi Pungli yang diduga di SDN yang di Kecamatan Sembawa itu yang bermula info dari pengurus Komite bahwa di sekolah telah memungut sumbangan kepada wali murid kelas VI yang lulus tahun ajaran 2020-2021 sebesar Rp 100 ribu per siswa yang ketika itu pihak komite tidak diberitahu terlebih dahulu oleh pihak sekolah, aku pengurus Komite saat dijumpai dikediamanya beberapa waktu yang lalu.
Yang diherankan oleh Komite tersebut bahwa namanya sumbangan sukarela tetapi nilai nominalnya ditetapkan, yang begitu namanya memaksa kan, balik bertanya.
Ketika itu juga berusaha mengkonfirmasikan kepihak Korwildik Kecamatan setempat dan diakui Yuniar, menjelaskan bahwa berita pihak sekolah memungut sumbangan seringkali didengarnya, bahkan berita seperti itu kami sudah trauma, ujarnya.
Data yang dilansir infosriwijaya.com Rabu 18 Agustus 2021 yang lalu ketika dikonfirmasikan kepihak Kepala sekolah yang bersangkutan dijelaskan bahwa pihak sekolah tidak meminta sumbangan, tapi wali murid yang memberikan sumbangan.
“Wali murid yang mau menyumbang, sebagai tanda ucapan terima kasih anaknya sekolah yang dipimpinya dan wali murid menyumbang, maka untuk apa libatkan komite”, ungkapnya Sarmilin salah seorang Kepala Sekolah.
Persoalan yang sama di dilingkup Disdik Pemkab Banyuasin juga viral ditingkat sekolah lanjutan menengah pertama juga di tingkat sekolah lanjutan atas dan aksi dari pihak sekolah dengan berbagai dalih, mulai dari dana sumbangan bangunan pasilitas sekolah hingga seragam sekolah.
Untuk aksi berdalih sumbangan yang sudah biasa dilakukan pihak sekolah dari tingkat SD SMP dan SMA/K di Banyuasin selama ini selalu berkedok dengan nama Komite sekolah, maka sangat perlu di bentuk Forum Komite Sekolah tingkat Kabupaten, supaya forum itu tidak disalah-gunakan, sambung Syamsuri Ketua Komite di SMA terkenal di Banyuasin. (mnn/tim/biro-SS)








