Medianusantaranews.com, (Banyuasin)- Para Bakal Calon Kepala Desa (Balonkades) yang melengkapi berkasnya melalui Test Kesehatan mengaku banyak yang bingung, Pasalnya, dua kali vaksin sudah dilakukan bahkan juga sweb serta pcr sudah dilakukanya melalui petugas di Puskes setempat, tapi saat dilakukan test kesehatan di RSUD Banyuasin, juga di pcr lagi banyak yang dinyatakan positif covid, jadi yang benar yang mana kok malah rancu, ucap Yn salah seorang Balonkades yang dirinya dinyatakan positif.
Yn kepada wartawan mengungkapkan jadi dari hasil vaksin dua kali itu apa manfaatnya kalau dirinya masih dinyatakan positif dan ditunda untuk melakukan tes ronggenya.
” Saya batuk, pilek, demam juga tidak, jadi dari dasar apa kondisi saya bisa disimpulkan dalam kondisi covid dan saya harus ditunda untuk melakukan tes kesehatan berikutnya harus menunggu waktu sepekan kemudian”, ucap Yn dengan nada heran.
Hal senada juga diungkapkan oleh Hs juga sebagai balonkades yang mengalami kendala yang sama dengan Yn mengaku tes kesehatan di RSUD Banyuasin itu, karena dirinya hanya selang dua hari dari melakukan pcr, sweb dan vaksin sudah dua kali dilakukan, mengapa dirinya masih dinyatakan positif covid.
Menurut Hs, artinya vaksin itu tidak ada kaitan dengan covid, buktinya vaksin sudah dua kali termasuk disweb dan di pcr di Puskesmas, buktinya oleh pihak RSUD Banyuasin, buktinya dirinya masih dinyatakan positif covid setelah di tes di RSUD Banyuasin untuk kelengkapan berkas sebagai balonkades.
“Jadi untuk apa manfaat harus dipaksa vaksin dan lain sebagainya, tetapi dirinya masih di vonis positif covid dan biaya test kesehatan di RSUD Banyuasin sudah dilunasi semua”, keluh Hs usai tes kesehatan (2/9/2021).
Begini Jawaban Dirut RSUD Banyuasin
Terpisah saat diminta kofirmasinya terkait masih ada para balonkades yang sudah dua kali di vaksin, tapi dari tes kesehatan di RSUD Banyuasin masih dinyatakan positif covid dan dr Ari Fauta Dirut RSUD Banyuasin mengatakan ” vaksin tidak membuat kito kebal atau tidak bisa terkena covid pak,tp vaksin berfungsi untuk membentuk sistem imun yg mengenali lebih dini virus sehingga pertahanan tubuh kita siap akan serangan virus covid..harapan vaksin bukan kita kebal covid tp untuk membuat agar gejala covid tdk parah karena sdh ada benteng pertahanan duluan dlm tubuh kita untuk mengantisipasi nya”…
Masih kata Ari, “dgn vaksin 2x dharapkan pertahanan tubuhnya jd maksimal pak…pasti ttp bs terkena covid pak tp dgn vaksin 2x keparahan atau kematian akibat covid bs dhindari”, jawabnya.(mnn/waluyo)








