Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Itet Ajak Mahasiswa Unila Amalkan Nilai Pancasila

Medianusantaranews.com (Jakarta) – Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Itet Tridjajati Sumarijanto, MBA atau yang akrab dipanggil Bunda Itet gelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Lampung Prof. Abdulkadir Muhammad, SH, pada Rabu, (24/11/2021). Sosialisasi bertajuk, “Membumikan Pancasila”.

Sosialisasi ini menghadirkan empat pemateri yakni Itet Sumarijanto, Akademisi Fakultas Hukum Unila Dr. Budiyono, Tokoh Pemuda Lampung Deddy Chandra, S.Kom dan Konduktor House of Angklung Washington DC Tricia Sumarijanto.

Mengawali paparannya, Itet mengungkapkan bahwa Pancasila kini dihadapkan pada banyak tantangan, salah satunya terkait radikalisme yang semakin mengkuatirkan semua elemen bangsa. Maka, sebagai Anggota MPR RI, Itet mengaku mempunyai tanggungjawab besar dalam mengemban tugas untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai 4 pilar kebangsaan yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Mengapa 4 Pilar Kebangsaan ini penting untuk digaungkan? Karena benih radikalisme kini semakin tumbuh subur di kalangan masyarakat, sehingga mendegradasi semangat nasionalisme dan berusaha melemahkan Pancasila. Fakta, ada kelompok tertentu yang terang-terangan berusaha untuk menggantikan Pancasila dengan paham atau ideologi yang lain. Saya, sebagai Anggota MPR RI wajib hukumnya untuk terus mensosialisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam 4 konsensus bangsa ini,” papar Anggota Komisi I DPR RI tersebut melalui virtual zoom.

Menurut Itet, kelompok-kelompok radikal menggunakan berbagai cara untuk menyebarluaskan paham radikalisme, baik itu melalui pendekatan yang bersifat personal, forum-forum diskusi maupun melalui aktivitas media sosial. Gerakan kelompok radikal bahkan telah menyesar di kalangan mahasiswa dan kaum muda terpelajar.

Empat Pilar Kebangsaan sangat fundamental dalam tatanan kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, penguatan pemahaman 4 pilar ini hendaknya terus gaungkan sebagai sarana edukasi dalam menambah pengetahuan akan kedudukan empat pilar ini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita berusaha agar 4 Pilar ini tetap eksis dan Pancasila harus menjadi way of life. Pancasila harus diamalkan dan diwujudkan dalam setiap aspek kehidupan kita. Gotong-royong itu merupakan implementasi dari Pancasila dan sebagai tradisi yang sejak lama ada dan menjadi budaya bangsa Indonesia,” lanjut Itet.

Ada pun kegiatan sosialisasi ini dikemas dengan penampilan angklung dari Tricia Sumarijanto yang merupakan putri pertama Itet. Tricia menjelaskan, sejak tahun 2020 angklung telah dikukuhkan atau ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia asli Indonesia. Membumikan Pancasila dapat dilakukan melalui kreatifitas budaya, seperti angklung.

“Angklung dapat menjadi instrument dalam membumikan Pancasila. Angklung tidak hanya bagian dari seni, namun memiliki filosofi sebagai media untuk dialog budaya dan pertukaran ide/gagasan. Keberagaman nada yang dihasilkan angklung, dan mengikuti not akan menghasilkan alunan musik dan suara yang indah untuk didengarkan,” ungkap Tricia. (MNN/Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *