Belasan Tahun Proyek Jembatan Ini Masih Mangkrak

Banyuasin,medianusantaranews.com- Miris melihatnya, sudah empat kali ganti Bupati bangunan jembatan yang membentang diatas Sungai Musi dengan panjang lebih 200 meter dengan lebar 12 meter yang berada diwilayah Kecamatan Rantau Bayur (Raba) Kabupaten Banyuasin itu dirancang sebagai sarana jalan penghubung antar kabupaten dan provinsi di Sumatera Selatan itu terlihat masih biarkan mangkrak.
Bangunan jembatan mulai kerjakan di masa jabatan kedua Bupati Banyuasin Alm. Ir. H. Amiruddin Inoed ditambah satu periode era Yan Anton Ferdian dengan dilanjutkan oleh Bupati Supriono kemudian diteruskan zaman Bupati Banyuasin H Askolani SH MH pun ada tanda-tanda bangunanya dilanjutkan.
Lebih kurang sudah berjalan 15 tahun hingga saat ini masih dibiarkan mangkrak bahkan oleh warga setempat bangunan jembatan itu dijuluki jembatan “buntung”, ujar Darsan saat berbincang dengan wartawan media ini via WhatsApp (08/05/2022).
Kata Dia, memang di tahun 2019 lalu sempat ada kabar bangunan jembatan itu dilanjukan, tapi entah mengapa hingga saat ini tak ada lagi tanda-tanda realisasinya. Bahkan pada tahun 2022 berkembang isu dianggarkan lagi melalui APBD Provinsi dan APBD Kabupaten namun sejauh mana faktanya juga masih tak jelas, proyek dengan anggaran dana puluhan milyar sepertinya sarat dengan kepentingan politik, sambung Indo Sapri.
Menurut Ketua JPKP Kabupaten Banyuasin, dinilai masalah proyek jembatan di Rantau Bayur yang sampai sekarang belum selesai, benar jika sangat sarat muatan politiknya, wajar saja siapa yang jadi pemimpinya di Bumi Sedulang Setudung termasuk yang di Provinsi Sumsel dengan memanfaatkan itu isunya.
Untuk itu, kami sebagai masyarakat diwilayah Kecamatan Rantau Bayur meminta dengan sangat kepada pihak Pemerintah baik yang ada di Kabupaten Banyuasin dan Pemprov Sumsel agar secepatnya menyelesaikan pembangunan itu. Dengan keberadaan proyek pembangunan jembatan itu berdampak positif dan sangat berpengaruh dengan peningkatan roda perekonomian masyarakat khususnya di Kecamatan Rantau Bayur, maka dibutuhkan dengan keseriusan, tegasnya.
Terpisah, M. Lekat Gozali kepada wartawan media ini ngaku sebagai pengamat bidang inprastrutur jalan dan jembatan di Provinsi Sumatera Selatan terkait bangunan proyek jembatan di Kecamatan Rantau Bayur ngaku prihatin, sebab sudah 4 kali pimpinan Kepala Daerah di Banyuasin kondisinya masih tetap mangkrak.
Dia juga menilai sampai mangkrak selama belasan tahun bangunan jembatan itu berarti dampak tidak seriusnya baik Pemkab Banyuasin maupun Pemprov Sumsel, pada hal jembatan itu sebagai terobosan sarana transportasi jalan lintas darat baik antar kabupaten dalam provinsi Sumsel bahkan jadi alternatif antar provinsi apabila diruas Jalintimsum dan Jalinteng di Sumsel ada kemacetan, ungkapnya.
Sementara Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Kadis PUPR Ardi Arpani dikatakan bahwa Pemkab Banyuasin masih berupaya untuk menyelesaikan bangunan jembatan Rantau Bayur dengan mencari dana melalui Pemerintah Provinsi dan Pusat, karena proyek itu diperkirakan masih butuh biaya berkisar Rp 70 milyar, kata Ardi membalas konfirmasi wartawan,(MNN).
Editor waluyo



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *