Muba,medianusantaranews.com- Berkembang isu dilokasi pasar kalangan di Desa “BM” Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan hingga saat ini masih dibiarkan mangkrak diduga dimanfaatkan oleh kalangan pasangan remaja dilokasi itu dijadikan tempat bertransaksi maksiat.
Pantauan langsung media ini dilokasi beberapa waktu lalu, bangunan Pasar tersebut selain terlihat tidak terawat, juga terlihat banyak coretan tangan yang kata-katanya sangat kotor sesuai dengan kondisi lokasinya.
Pasilitas bangunan yang kurang terawat dan terlihat berserakan barang bekas di lokasi saat beraktivitas dari pengunjung diluar layaknya transaksi di pasar secara umumnya. 
Informasi yang dihimpun bahwa lokasi itu sempat berkembang isu juga dilokasi itu dijuluki sebagai “Pasar Anak” oleh warga setempat, sebab usai dibangun banyak terjadi pernikahan dini, bahkan banyak juga wanita remaja sempat melahirkan diluar nikah.
Mirisnya lagi dampak dari mangkraknya bangunan beberapa Los pasar kalangan itu dulu sering didapati barang bekas untuk mengkonsumsi jenis barang yang diharamkan baik bekas minuman keras bahkan ada berkat mengkonsumsi jenis narkotika.
Kalau hari tanggalnya kami tidak ingat pak, tetapi kalau tahunya mulai ramai isunya lokasi itu jadi tempat maksiat pada tahun 2019 pada awal-awal adanya covit ketika itu dan saatnya sering pada malam hari, ucap warga setempat ketika berbincang usai belanja di Pasar Modern tepat berada di seberangnya pada Ahad sepekan yang lalu.
Warga yang meminta jatidirinya tidak di tulis dalam pemberitaan itu mengatakan sebelum di buka Pasar Modern tersebut, dilokasi pasar kalangan itu kondisinya jika malam hari gelap gulita dan tertutup dengan semak belukar, tapi sejak dibuka Pasar Modern dan dipasang penerangan mulai terlihat sepi tempat itu, tapi juga ada kalangan remaja yang masih datang ketempat itu namun tidak seramai dulu, ungkapnya.
Entah mengapa sejak lokasi itu dibangun untuk pasar kalangan hingga sekarang ini masih dibiarkan mangkrak, wajar saja kalau sering dimanfaatkan kalangan remaja untuk melakukan kegiatan yang tidak beretika, ucapnya sambil menutup perbincangannya.
Camat Tungkal Jaya Sugeng ketika itu oleh wartawan di minta komentarnya terkait adanya pasar kalangan terkesan dibiarkan mangkrak itu, beliau enggan komentar banyak, sambil bergegas pulang meninggalkan kantor kerjanya sempat berkata “kalau masalah pasar tersebut silahkan langsung kalian temui Kadesnya saja”, begitu jawabanya. 
Via WhatsApp, Broto Kepala Desa “BM” saat dikonfirmasi membantah keras, jika pasar kalangan didesanya itu sementara dimanfaatkan oleh kalangan pasangan remaja sebagai tempat maksiat begini komentarnya “Itu sekedar isu pak..Sudah sering kali saya cek lokasi kalau malam hari untuk tongkrongan para pemuda… Sedangkan lampunya terang benderang dimalam hari…? Menurut saya itu berita HOAX” jawabnya sembari mengirimkan Vidio situasi malam hari saat sekarang.
Sementara Kapolsek Tungkal Jaya Polres Musi Banyuasin, AKP Nirwan Haryadi ketika itu ditemui dikantornya untuk diminta komentarnya tidak bertemu dan menurut anggota yang ada ditempat dikatakan bahwa Bapak Kapolsek sedang ada giat diluar termasuk Pak Kanitres dan dikatakan kalau permasalahan yang di pasar itu disana ada Kapospol yang lebih dekat, katanya.(MNN/waluyo) 








