Bakal Kacau, Ketua PPK Kecamatan Kikim Timur Main Cucuk Cabut

Lahat,medianusantaranews.com- Forum Kepala Desa (Kades) Kikim Timur lagi-lagi mendatangi KPU Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan, guna mencari penyelesaian perihal nama para petugas sekretariat PPS yang tidak sesuai dengan persetujuan para Kades dan PPS, Senin (3/4/2023).

Selain para Kades, tampak hadir PPK Kecamatan dan PPS dari beberapa Desa yang ada di Kecamatan Kikim Timur di depan KPU Lahat sekira pukul 10.00 Wib.

Setelah melakukan mediasi antara para Kades, PPK Kecamatan dan Komisioner KPU, terkuak fakta bahwa yang ganti nama petugas komisioner KPU ternyata Ketua PPK Kecamatan Kikim Timur.

“Yang bersangkutan mengakui bahwa dirinya yang mengganti nama yang kami setujui bersama PPS itu dengan alasan kepentingan pribadi dan memasukan nama keluarga, kerabatnya di sekretariat PPS,” ujar Kades Lubuk Layang Ilir, Didi Kusnadi didampingi Kades Gelumbang, Depi Aprianto.

Tak hanya pengakuan para Kades, hal serupa juga disampaikan oleh petugas PPS yang enggan disebutkan namanya saat dipanggil oleh pihak KPU ketika itu.

“Saat kami dipanggil didalam, Ketua KPU Kabupaten Lahat sendiri membenarkan, bahwa yang ganti nama para petugas Sekretarias PPS itu adalah Ketua PPK Kecamatan Kikim Timur,” katanya.

Sementara, Ketua PPK Kecamatan Kikim Timur, Rizal saat ditanya melalui pesan singkat WA kebenaranya tersebut tidak memberikan tanggapan apa pun.

Tentu hal ini mencoreng nama baik KPU Lahat dan harus menjadi bahan evaluasi bagi pihak KPU, terlebih permasalahan ini belum selesai, pihak KPU Lahat masih akan memanggil beberapa petugas PPS yang ada di Kecamatan Kikim Timur.

Selain itu, awalnya para Kades harus membuat surat pernyataan agar bisa mengganti nama petugas sekretariat PPS yang seharusnya.

Tentu hal ini ditolak oleh para Kades, karena mereka bukan yang mengganti nama para petugas sekretariat tersebut. Justru nama yang disepakati bersama PPS diubah secara sepihak.

Tak hanya itu, akibatnya persoalannya tidak kunjung usai, honor para petugas Pantarlih juga sampai saat ini terhambat. Pada hal mereka sudah melaksanakan tugasnya, tutupnya. (MNN/SMSI Lahat)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *