Muara Enim
medianusantaranews.com
Tentu banyak orang yang pernah mendengar kalimat peribahasa “semakin tinggi pohon, maka akan semakin kencang angin menerpanya”, Peribahasa itu bisa diartikan dengan “semakin tinggi nilai seseorang maka semakin besar hal yang akan menjatuhkannya”.
Peribahasa itu bisa juga diartikan bahwa “semakin tinggi derajat, jabatan dan kedudukan seseorang, atau semakin sukses seseorang dalam usahanya dalam hidup, maka semakin banyak orang yang ingin menjatuhkannya. Atau semakin besar rintangan yang akan dihadapinya untuk mempertahankan kedudukan atau kesuksesannya itu”..
Namun bagi seorang pejabat publik, penilaian kencang ataupun tidaknya angin yang sedang menerpanya, tergantung bagaimana sikap dan cara ia menghadapi masalah itu.
Hal itu disampaikan salah seorang Aktivis Muara Enim, Adamri terkait sikap Plt Bupati Kabupaten Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah yang menghindar di wawancarai wartawan saat acara rapat staf Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim di ruang rapat Pangripta Nusantara, Bappeda Muara Enim, Jum’at (15/09/2023) pukul 14.00 Wib.
Menurut Adamri, tindakan Ahmad Usmarwi Kaffah itu menunjukan ketidak keprofesionalannya, padahal ia adalah seorang Kepala Daerah, bahkan bisa disebut sebagai tindakan yang pengecut yang terkesan mau menghindar dari permasalahan.
” Lari, menghindar dari wartawan, sebagai seorang Kepala Daerah, itu sangat tidak profesional, itu tindakan pengecut yang terkesan mau lari dari permasalahan,” ujar Adamri
Lanjut Adam, dengan sikap seperti itu, sepertinya Ahmad Usmarwi Kaffah memang belum siap untuk menjadi pemimpin daerah.
” Akibatnya asumsi liar yang berkembang di masyarakat semakin mengerucut mengarah kepada kebenaran,” kata Adam.
” Isu miring tersebut bukan cuma sudah menodai nama baik Plt Bupati Kabupaten Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah namun juga sudah mencoreng nama Pemerintah Kabupaten Muara Enim,” pungkasnya.
Di ketahui bahwa Kabupaten Muara Enim sejak beberapa minggu terakhir dihebohkan dengan beredarnya isu miring yang menimpa nama baik Plt Bupati Kabupaten Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah.
Yang mana dalam pemberitaan yang beredar di Jagat dunia maya nampak foto-foto diduga Plt Bupati Muara Enim, Ahmad Usmarwi Kaffah sedang bersama wanita idaman lain (WIL)
Ada beberapa foto yang diposting akun instagram @arlinisayangkaffah yang menunjukan kemesraan diduga foto Plt Bupati Kabupaten Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah dengan seorang wanita berinisial MR, yang bukan pasangan sah nya.
Dari informasi yang didapat, bukan cuma sekedar foto, namun juga sudah jadi perbincangan hangat adanya beredar video berdurasi 1 menit seorang pria yang mirip Plt Bupati Kabupaten Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah dengan seorang wanita yang mempertontonkan perbuatan tidak senonoh didalam mobil.
Ironinya, sejak tersebarnya isu miring tersebut, Plt Bupati Kabupaten Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah belum memberikan klarifikasi, mala dikabarkan sudah jarang ngantor, sehingga insan pers kesulitan untuk meminta klarifikasi terkait isu miring tersebut.
Namun menjelang tiga hari berakhirnya masa jabatan, Plt Bupati Kabupaten Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah menghadiri rapat staf Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim yang dilaksanakan di ruang rapat Pangripta Nusantara Kantor Bappeda Pemkab Muara Enim, Jum’at (15/09/2023) pukul 14.00 Wib. Rapat tersebut dilaksanakan secara tertutup.
Sebelum rapat, Plt Bupati Kabupaten Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah sudah memerintahkan petugas Sat Pol PP untuk mensterilkan lorong menuju ruang rapat, diduga dengan tujuan jangan sampai ada wartawan yang ingin mewawancarainya terkait kasus yang sedang menerpanya.
Mirisnya lagi petugas Satpol PP memerintahkan agar awak media pindah ke area gedung bawah Kantor Bappeda.
Puluhan awak media yang terlebih dahulu hadir menunggu kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Muara Enim itu sangat kecewa atas tindakan tersebut.
Tidak begitu lama, terlihat Plt Bupati Muara Enim, Ahmad Usmarwi Kaffah didampingi Plt Ketua TP PKK Muara Enim Nurul Vita Utami Kaffah nampak nerjalan terburu – buru dengan pengawalan yang ketat masuk ke ruang Pangripta Nusantara Bappeda melalui pintu belakang ruangan dan tidak melalui pintu utama ruang rapat Pangripta Nusantara Bappeda sebagaimana biasanya.
Rapat tersebut diduga rapat perpisahan Plt Bupati Kabupaten Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah dengan seluruh Pejabat di Pemkab Mura Enim lantaran tidak lama lagi jabatannya di Kabupaten Muara Enim berakhir.
Sekitar Pukul 16.34 WIB, rapat pun berakhir. Saat satu persatu peserta rapat keluar meninggalkan ruangan rapat namun belum dengan Plt Bupati Kabupaten Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah.
Sebelum Ahmad Usmarwi Kaffah meninggalkan ruangan rapat, salah satu ajudan orang nomor satu ini mengatakan bahwa Plt Bupati belum berkenan untuk wawancara atau melakukan sesi tanya jawab dengan rekan-rekan wartawan terkait beredarnya foto mesra dengan perempuan yang bukan pasangan sahnya.
” Plt Bupati belum berkenan untuk wawancara atau melakukan sesi tanya jawab dengan rekan-rekan wartawan,” ujar ajudan pribadinya
“Tolong kita sama-sama saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain, saya minta tolong,” tambahnya
Setelah itu, tak lama, Ahmad Usmarwi Kaffah pun keluar dari ruang rapat melalui pintu belakang sembari merangkul erat sang istri dengan langkah kaki terburu – buru…Tak sepatah kata pun keluar darinya walaupun wartawan terus memanggil-manggil dirinya sebagai Pemimpin Kabupaten Muara Enim.
Nampak ia langsung menuju ruang rapat Bupati Muara Enim sambil dikuti oleh Pejabat Pemkab Muara Enim lainnnya.
Hingga pukul 17.30 WIB, wartawan masih setia menunggu orang nomor satu di Kabupaten Muara Enim ini.
Agar bisa bertemu disaat Kaffah pulang, wartawan pun berkumpul didekat mobil dinas Bupati di loby bawah. Namun sayangnya hingga menjelang Magrib wartawan mendapat informasi bahwa Plt Bupati Kabupaten Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah sudah meninggalkan kantor.
Kuat dugaan, untuk menghindari wartawan, Plt Bupati Kabupaten Muara Enim lagi lagi keluar melalui pintu belakang kantor Bupati Muara Enim. (Ab)








