Sumatera Selatan
medianusantaranews.com
Pemilihan kepala daerah serempak November 2024 sudah semakin dekat, partai – partai pengusung pun mulai membuka nama – nama figur yang akan diusung.
Salah satu partai besar, yakni Partai Golkar sudah mengeluarkan 10 surat keputusan kepada bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur se – Indonesia
Surat itu sudah di tandatangani oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Namun yang membingungkan, untuk Provinsi Sumatera Selatan, sejalan dengan sudah populernya pasangan Matahati (Mawardi Yahya- Anita Noeringhati (Matahati), yang di isukan dan mengklaim bakal di usung Partai Golkar, hingga saat ini SK dari Partai Golkar belum keluar.
Menyikapinya hal tersebut, DPD Partai Golkar Sumsel Andie Dinialdi mengatakan, soal rekomendasi siapa calon kepala daerah yang diusung dalam Pilkada adalah kewenangan DPP, dan saat ini sedang dilakukan survei.
Andie Dinialdi mengungkapkan jika jajaran pengurus dan kader Golkar di daerah akan patuh terhadap putusan nantinya.
” Kami DPD Partai Golkar Sumsel tetap berpedoman, tunduk patuh pada surat DPP Partai Golkar nomor B-1138/DPP/Golkar/IV/2024. Bahwa mekanisme dan proses Pilkada sedang berlangsung, bulan Juli survei tahap 2 untuk menjadi referensi dukungan terhadap pasangan bakal calon, dan pertimbangan kerja sama koalisi partai untuk mengusung dan mendukung, ” kata Andi, Jumat (18/07/2024) dilansir dari palembang.tribunnews.com / Sripo.com
Dikatakannya, ini pastinya ada pertimbangan dalam menentukan calon kepala daerah, salah satunya hasil survei.
” Hasil survei akan menjadi pertimbangan dan pencermatan, terhadap perkembangan dinamika yang ada, sebagaimana dalam surat DPP tersebut, ” ujarnya.
Anggota DPRD Provinsi Sumsel ini mengutarakan, bahwa saat ini sedang berproses dan pada saatnya nanti akan keluar rekomendasi calonkada yang diusung sebelum pendaftaran di KPU pada 27 Agustus mendatang.
” Semua sedang berproses di DPP Partai Golkar. Kita sebagai kader di daerah akan taat patuh atas ketetapan dan keputusan ketua umum Bapak Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jendral Bapak Lodewijk F. Paulus, ” tegas Andie.
Sedangkan mengenai sudah adanya SK rekomendasi partai Gerindra ke Matahati, Andie enggan berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya ke DPP..
” Kita tunggu saja, apa keputusan dari pusat dindo, santai bae (saja), ” tukasnya.
Sementara itu, Tim pemenangan Matahati Amrah Muslimin, mengatakan jika pihaknya tetap optimis jika nanti partai Golkar akan mengusung Matahati bersama Gerindra dan partai lainnya.
Lanjut dia, mengingat di satu sisi Anita merupakan ketua harian DPD partai Golkar Sumsel sekaligus Ketua DPRD Provinsi, dan Mawardi Yahya adalah kader partai Gerindra.
“Kita pasti optimis Golkar dan Gerindra akan memberikan rekomendasi untuk Pilkada Sumsel nanti, dan sekarang masih berproses, “kata Amrah
Mantan ketua KPU Sumsel ini menjelaskan lagi, saat ini Matahati dan Tim terus bergerak untuk melakukan sosialisasi dan menyapa langsung ke masyarakat, untuk lebih mengenal dengan sosok pemimpin Sumsel kedepan.
” Pasti semua bergerak dan terus sosialisasi ditengah masyarakat, dan kita akan terus maju, ” terangnya.
” Belum keluarnya rekomendasi Pilkada dari Golkar untuk provinsi Sumsel, dikarenakan partai Golkar masih menunggu hasil survei internal sebagai dasar utama mengusung calon,” imbuhnya.
“Pastinya survei jadi bagian penting dalam menentukan pasangan calon masa untuk diusung nanti, ” tutupnya.
Terkait hal ini, Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof Dr Febrian menyatakan jika kebiasaan partai di pusat selama ini, mengeluarkan rekomendasi di detik- detik akhir.
“Kalau diperhatikan kebiasaan petinggi DPP ada simbolik, bisa saja agak lambat, misal nanti datang Airlangga ke Palembang memastikan pilkada di Sumsel dan itu ditunggu karena masih spacenya dibolehkan. Tapi kandidat jadi pertaruhan, apa internal partai atau diluar, dan ini jadi boomerang bagi kandidat, ” ujar Febrian
Dalam masalah ini, Febrian menilai belum keluarnya rekomendasi dari partai Golkar untuk Sumsel bukan karena keraguan untuk memberikan rekomendasi ke kandidat yang ada, namun semua harus ada pertimbangan.
” Pastinya kalau survei terus berjalan tinggal deal- deal saja, untuk keseimbangan koalisi dan sebagainya, “katanya.
Ditambahkan Febrian, hasil survei elektabilitas kandidat bukan hal utama, melainkan ada hal lainnya seperti partai koalisi dan kerja-kerja tim di lapangan.
“Seperti di Palembang, ada kandidat elektabilitasnya tinggi tapi koalisi belum dan itu bisa jadi boomerang nantinya, ” tukas Febrian.
Sedangkan untuk pilkada Kota Palembang, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kota Palembang, Rubi Indarta, menyampaikan bahwa hingga saat ini partai Golkar masih melaksanakan survei tahap kedua, untuk menentukan calon yang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah mendatang.
Dalam survei ini, lanjut Rubi, banyak kandidat yang diikutsertakan. Termasuk tiga kandidat yang namanya berpeluang, yaitu Ratu Dewa, Fitrianti Agustinda, dan Hidayat yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Palembang.
Ketiganya memiliki rekam jejak dan dukungan yang cukup kuat di kalangan masyarakat Palembang.
Rubi Indarta menyebutkan bahwa survei kedua ini dijadwalkan akan selesai pada akhir Juli atau awal Agustus 2024.
” Kami masih dalam proses survei untuk memastikan kandidat yang paling sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Palembang. Proses ini sangat penting untuk menentukan arah langkah kami selanjutnya,” ujar Rubi.
Rubi juga menegaskan bahwa hingga saat ini partai Golkar belum mengeluarkan rekomendasi resmi terkait calon yang akan diusung.
“Belum ada rekomendasi yang dikeluarkan oleh partai. Kami ingin memastikan bahwa keputusan yang diambil adalah yang terbaik untuk kota Palembang,” tambahnya.
Dipaparkan Rubi, survei ini melibatkan berbagai aspek penilaian, termasuk popularitas, elektabilitas, dan kapabilitas masing-masing kandidat.
Partai Golkar berharap hasil survei ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang siapa yang paling layak dan memiliki peluang besar untuk memenangkan pemilihan kepala daerah.
Keputusan akhir mengenai kandidat yang akan diusung oleh Golkar Palembang akan sangat dipengaruhi oleh hasil survei ini. Proses yang dilakukan dengan cermat dan teliti ini diharapkan dapat menghasilkan calon pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi kota Palembang.
Partai Golkar juga mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk tetap bersabar dan mendukung proses yang sedang berjalan.
” Kami mengerti bahwa banyak yang menantikan keputusan ini, namun kami perlu memastikan setiap langkah diambil dengan pertimbangan yang matang,” tandasnya.
Untuk pilkada provinsi, yakni Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Partai Golkar sendiri dikabarkan sudah mengeluarkan 10 surat keputusan yang akan diusung pada Pilkada Serentak 2024.
Hal itu disampaikan Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Kamis (18/07/2024)
” Partai Golkar sampai saat ini telah mengeluarkan 10 surat keputusan untuk pasangan calon untuk calon kepala daerah, gubernur maupun wakil gubernur,” ungkap Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich
” Partai Golkar saat ini masih mengejar untuk memberikan surat keputusan kepada 27 provinsi yang tersisa, imbuhnya
Sebab lanjut dia, satu provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak melaksanakan Pilkada.
Ia juga mengaku optimistis Partai Golkar bisa memenangkan pemilihan gubernur 2024 dengan kemenangan di atas 60 persen.
Sebab pada Pilkada Serentak yang sebelumnya, Golkar berhasil memenangkan 61 persen daerah.
” Kita akan memenuhi target kita yaitu 60 persen. Itu bukan target yang muluk-muluk. Karena pilkada terakhir tahun 2020, target kita sama 60 persen tetapi yang kita dapat waktu itu adalah 61,11 persen dan Insya Allah pada pilkada 2024 target kita akan kejar sebesar 60 persen,” paparnya.
Ia juga menyampaikan keputusan tersebut sudah bersifat final dan mengikat. Sebaliknya nama itu hanya tinggal diajukan kepada KPU.
” Surat keputusan ini yang sifatnya final and binding dan itu menjadi persyaratan untuk diajukan ke KPU ataupun KPUD setempat,” pungkasnya.
Berikut daftar nama bakal cagub dan cawagub yang sudah diberikan surat keputusan oleh Partai Golkar, yaitu:
1. SUMATERA UTARA : M Bobby Afif Nasution-Surya
2. RIAU : Syamsuar-Mawardi
3. BENGKULU : Rohidin Mersyah-Meriani
4. KALIMANTAN TIMUR : Rudy Mas’ud-Seno Aji.
5. KALIMANTAN SELATAN : Raudatul Jannah-Akhmad Rozanie Himawan
6. KALIMANTAN BARAT : Sutarmidji-Ria Norsan
7. KALIMANTAN UTARA : Zainal Arifin Paliwang-Ingkong Ala
8. PAPUA PEGUNUNGAN : John Tabo-Ones Pahabol
9. PAPUA BARAT DAYA : Lambertus Jitmau-Samsudin Anggalilu
10. JAWA TIMUR : Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.
(Ab/Red)






