Banyuasin,medianusantaranews.com- Kondisi jalan Penghulu Ali Basir Lingkungan 2 Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan membuat para pelajar SMANSA Betung Jungkir Balik dikubangan akibat jalannya licin berlumpur semenjak menjadi jalan utama aktivitas armada PT HKI proyek jalan tol palembang-betung beroperasi.
Sedikitnya ada puluhan pelajar SMANSA Betung yang bermotor menjadi korban saat melintasi di jalan tersebut, karena jalannya dalam kondisi licin dan berlumpur serta digenangi air usai diguyur air hujan.
“Pokoknya jalan kami berangkat dan pulang sekolah ini mengalami kerusakan semenjak ada proyek jalan tol yang melintasi setiap hari dan pihak PT hanya melakukan pengurukan dengan tanah merah, sehingga jalan ini jika ada hujan jadi licin”, ucap pelajar berbincang dengan wartawan (2/9/2025).
Pelajar yang terjatuh pada pagi ini ada sepuluhan orang dan mereka akhirnya pulang setelah melapor kepada petugas keamanan sekolah karena pakaiannya kotor.
Bb wali siswa yang jadi korban yang sempat berbincang dengan wartawan media ini mengatakan semestinya pemerintah baik dari Kelurahan Rimba Asam maupun dari Kecamatan Betung melarang untuk kendaraan proyek jalan tol melintas dijalan itu.
“Harusnya ada ketegasan kepada pihak perusahaan, jika diizinkan melintas dijalan tersebut harus di wajibkan melakukan perbaikan, jangan hanya ditimbun koran dan tanah merah seperti itu, ada korban jiwa baru ada tindakan”, ungkapnya.
Lanjutnya, bukan kami tak setuju dengan jalan tol dibangun, kami sangat mendukung, tapi pihak PT harus bertanggungjawab lakukan pemeliharaan dan perbaikan terus selama beraktivitas hingga selesai proyek itu. “Kalau gini kami yang dibuat susah sebagai wali siswa”, ujar menutup penjelasannya. 
Salah seorang guru SMANSA yang enggan disebut namanya dalam pemberitaan membenarkan kalau siswanya banyak yang terjatuh saat berangkat ke sekolah pagi tadi dan mereka kita izinkan pulang sebab pakaian mereka kotor semua, terangnya.
Pantauan wartawan media ini di jalan Penghulu Ali Basir semenjak ada hujan dari (1/9) kemarin, saat ini terlihat licin dan ada digenangi air.
Kerusakan ruas jalan itu dampak dari adanya Armada Proyek Tol Palembang-Betung diizinkan untuk melintas. Padahal armada PT HKI yang mengakut material jalan tol tersebut bertonase lebih 20 ton ada. Sedangkan kapasitas ruas jalan itu tidak lebih hanya 8 ton.
Beritanya ditayangkan di media ini belum ada yang dikomentari dari pihak perusahaan maupun pemerintah setempat.(MNN).
Korlip : waluyo








