Dilintasi Armada Proyek Tol, Jalan Penghulu Ali Basir Bobrok

Jhon Tomang :

PT HKI harus Bertanggungjawab

Banyuasin,medianudantaranews.com- Miris, Jln. Penghulu Ali Basir Lingkungan II No. 33 RT 15 RW 04 yang menuju kampung Jerambah Panjang Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, sepanjang lebih 2 km itu semenjak dilalui Armada Proyek Tol Palembang-Betung kondisinya saat ini menjadi bobrok. “Datang kemarau berdebu datang hujan menjadi becek dan licin”.

Wali siswa dilokasi yang sempat berbincang dengan wartawan mengatakan kerusakan jalan ini semakin parah semenjak adanya Armada Proyek Tol Palembang-Betung melintasi di jalan ini.

“Dulu sebelum ada kendaraan dari proyek jalan tol itu beroperasi di jalan ini tidak separah ini dan tak sampai berlumpur dan licin begini jika datang hujan dan tak berdebu jika hari panas”, ujar Bambang (03/09/2025).

Masih menurutnya, andaikata ini terus dibiarkan begini, yang rusak hanya ditimbun dengan tanah, pas ada hujan seperti saat ini, aktivitas masyarakat jadi terganggu.

“Dijalan itu 24 jam terbilang tidak pernah sepi, sebab selain terdapat pada permukiman warga juga ada Puskesmas, Kantor Lurah juga ada sekolahan, belum lagi aktivitas warga yang berkebun”, sambung Jhon warga setempat.

Lanjut Jhon, kerusakan dijalan itu, PT HKI harus bertanggungjawab karena kendaraan perusahaan itu yang melintasi setiap hari baik di waktu siang maupun malam.

“PT HKI wajib memperbaiki jalan itu selama beraktivitas supaya tak membuat masyarakat sengsara, bahkan harus lebih baik dari jalan itu sebelum dilalui oleh kendaraan proyek jalan tol”, tegas Dia seraya menambahkan Pemerintah baik di Lurah Rimba Asam dan Camat Betung jangan hanya diam.

Agar nantinya tidak ditinggalkan begitu saja oleh pihak perusahaan jalan itu setelah aktivitasnya usai, supaya diadakan MoU antara dari PT HKI, Pemerintah Betung dan jajaran termasuk para tokoh di Kelurahan Rimba Asam.

Tujuan MoU tersebut dilakukan supaya jangan sampai proyek tol itu selesai pihak perusahaan itu langsung kabur dan masyarakat yang kena dampak kerusakannya.

“Jangan seperti dijalan di wilayah Kecamatan Banyuasin 3 dan yang ada di jalan dalam Kecamatan Sembawa, usai proyek di kawasan itu pihak perusahaan tak lagi ada perbaikan, maka dari pengalaman itu jangan terulang di Kecamatan Betung”, pungkasnya.

Sementara itu Lurah Rimba Asam saat diminta konfirmasinya terkait keluhan warga karena rusaknya jalan ketika itu Bunadi menjawab “Kalau sementara belum ada pak”.

Hal yang dikonfirmasikan kepihak PT HKI melalui humasnya Candra ketika itu berkata sedang ikut rapat jawabnya.(MNN/waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *