Bandar Lampung, medianusantaranews.com
Pilgub Lampung tinggal beberapa bulan lagi, namun perang dingin masih terus terjadi antar paslon yang ikut dalam perbutan kusi Lampung 1 tersebut. Segala cara dilakukan termasuk mulai adanya beberapa black campaign yang mewarnai tahun politik yang panas ini.
Dipertemukan dalam satu wadah dan satu atap, Paslon usungan Partai Demokrat yakni Ridho Ficardo dan Paslon Usungan Golkar Arinal Junaidi terlihat masih enggan untuk bertegur sapa pada kesempatan menghadiri acara mukernas Lampung Sai yang di selenggarakan di LPMP kota bandar lampung. Keduanya duduk saling berjauhan dan tidak terlihat adanya komunikasi antara keduanya.
Arinal Djunaidi mengusung jargon Lampung Jaya dan berkarya mempunyai bahasa tubuh sendiri dengan mengepalkan tangan sembari mengangkat sebagai ciri khas semangat dan jaya. Begitupun dengan Ridho, Mengusung jargon “ Lanjutkan “ memiliki bahasa tubuh yang memang sudah lebih familiar di sebagian warga lampung, yakni membentuk jari seperti huruf “L”.
Terlihat pada satu moment foto bersama seluruh kader Lampung Sai, Ridho menggunakan Jargonnya dengan membentuk lima jarinya menjadi huruf “L” yang bisa ditafsirkan menjadi dua arti yakni “lanjutkan” atau “Lampung”. Pada kesempatan itu, Arinal terlihat seperti bingung dan enggan untuk mengikuti pose andalan Paslon usungan Demokrat itu dan ia pun mengepalkan tangannya yang artinya “ semangat dan berjaya “ di tengah – tengah kepungan huruf “ L “.
Ditemui saat akhir acara, Arinal menjelaskan bahwa dirinya memang selalu berpose dengan jargonnya itu.
“ saya memang selalu berpose seperti itu, karen itu kan artinya semangat. Kalo Lampung Sai kan punya pose sendiri yang kaya tadi ( sembari memperagakan huruf “L” yang tidak sempurna )” kata arinal.
Begitupun dengan Ridho, ia mengatakan bahwa posenya itu adalah untuk Lampung. Namun ketika disinggung mengenai jari yang digunakan hanya 3, yakni telunjuk dan jari tengah yang di rapatkan serta jempol yang di luruskan ia pun menampik jika itu hanyalah kebetulan saja.
“ itu kan bisa artinya tiga, dua, atau satu ( sambil bergurau ) artinya ya untuk Lampung lah “ katanya.
(Ridho)