Pengakuan Kedua Pembantu Rumah Tewasnya Keluarga Frans

PALEMBANG,medianusantaranews.com- Terkait pembunuhan satu keluarga, Kedua pembantu rumah tangga Franiscus Xaverius alias Frans alias Mamat (45) masih terus menjalani pemeriksaan pihak penyidik Polsek Kalidoni, Rabu (24/10/2018). Dihadapan petugas Sarah Pedianti (20) dan Dewi Safitri (28) masih nampak tegang saat menjalani pemeriksaan.

Informasi yang dihimpun pertama kali menemukan kejadian ini berawal saat pembantu rumah tangga Dewi Safitri yang tercatat sebagai Wonoharjo RT RW 004 RW 002 Kecamatan Bumi Agung itu hendak memasak mie untuk Rafael Fransiscus anak lelaki majikannya.

“Sekitar pukul 05.30 WIB, saya bangun langsung memasak mie untuk anak majikan. Sekitar 15 menit kemudian, disusul Sarah yang bermaksud membangunkan anak perempuan majikan. Melihat bantal penuh darah, dia memanggil saya. Kami mengira itu mimisan, sehingga bermaksud memberitaukan kepada nyonya,” jelas Dewi Safitri.

Lanjut Dewi, berusaha membangunkan juragannya tidak ada tanggapan, akhirnya melapor ke rumah Ketua RT setempat. “Karena tidak ada sahutan, pintu kamar majikan dalam kondisi terkunci dari dalam, kami melapor ke Ketua RT setempat. Lalu, bersama ketua RT dan Polisi membuka pintu kamar majikan dengam paksa,” ungkapnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIk SH MH didampingi Kapolsek Kalidoni, AKP Yulia Farida dan Kanit Identifikasi Polresta, Ipda Agus Wijaya SPsi membenarkan adanya penembakan satu keluarga tersebut.

“Dari lokasi kejadian, petugas turut mengamankan sepucuk senjata api air sofghun yang sudah dimodifikasi menjadi senjata api rakitan, satu peluru aktif di dalam senjata, satu selongsong peluru di dalam senjata, satu selongsong peluru ditemukan diatas meja samping kamar tidur atas majikan dan satu selongsong peluru ditemukan diatas closed kamar anak laki-laki. Selanjutnya, kasus ini akan diusut reskrim Polsek Kalidoni,” jelas Agus Wijaya.(asta)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *