Diduga Tercemar Aktivitas Kapal Batu-Bara, Para Nelayan Blokir Sungai Dawas

Musi Banyuasin,medianusantaranews.com- Sedikitanya ada puluhan nelayan dari Teluk Kemang Kelurahan Sungai Lilin menggelar ujuk rasa dengan cara memblokir aliran Sungai Dawas, sejak Minggu ?17/3/2019) kenarin sekitar pukul 12.00 WIB, Aksi para nelayan tersebut bagian dari bentuk protes terkait makin maraknya kegiatan kapal batu bara di Sungai Dawas, yang dianggap mengganggu aktifitas para nelayan yang sehari-hari mencari penghidupan di aliran sungai tersebut yang penghasilanya terus merosot.

Aksi yang digelar para nelayan tersebut dengan cara menambatkan kendraan jenis perahu ketek dengan tali yang dibentangkan di Sungai Dawas, mulai dari Tebing Dusun Pinang Banjar hingga ke Tebing Kebun Kelapo Kelurahan Sungai Lilin.

Bukan hanya itu, selain menambatkan puluhan jenis perahu ketek ditengah sungai, para nelayan juga membentangkan panplet berupa kertas karton yang bertuliskan berbagai protes para nelayan terhadap aktivitas kapal angkutan batu bara.

“Ya, aksi ini karena banyak aktifitas perusahaan batu bara, kapal tongkang yang membuat para nelayan terganggu dalam mencari ikan,” ucap Musa, sebagai Tokoh Masyarakat Sungai Lilin, saat ditemui awak media semalam.

Aktivitas itu menurutnya, sudah berlangsung cukup lama dan sangat berpengaruh terhadap hasil para petani dan nelayan yang terus menurun. “Kami bingung harus mengadu kemana, karena itu kami gelar aksi ini, agar perusahaan memberi perhatian,” jelasnya.

Turunnya hasil tangkapan ikan bagi nelayan akhir-akhir ini, disebabkan alat tangkap, seperti jaring dan lainnya mengalami kerusakan akibat sering diterjang dan tersangkut pada kapal tongkang itu, terutama saat air sedang surut.

“Saat kapal tongkang melintas kami harus angkat jaring. Selama ini mereka tidak ada tanggung jawab, mereka hanya memperhatikan dengan yang dekat tambang saja, sedangkan kita tidak, padahal kita terdampak, yang kian memprihatinkan”, sambung Sulaiman selain sebagai nelayan juga tokoh nelayan setempat.

Tokoh muda yang juga sebagai nelayan dari Desa Teluk Kemang ini mengatakan, perusahaan pernah berjanji akan memberikan perhatian kepada nelayan dan janji itu disampaikan pada 2015 lalu. Namun hingga sekarang tidak ada realisasi kepada para nelayan.

“Entah dimana perhatian tersebut diberikan. Pastinya aktifitas kami sekarang menangkap ikan sangat terganggu dengan tingginya aktifitas kapal batu bara dialiran Sungai ini dan aksinya ini jika tidak direspon, tidak akan berhenti pada aksi sehari ini saja”, ancamnya.

Sementara, kepada wartawan Kepala Desa Pinang Banjar, Aman Mahmud, mengatakan, aksi nelayan tersebut bagian dari unek-unek yang selama ini dipendam. Sebab, dengan banyaknya aktifitas kapal batu bara membuat tangkapan ikan para nelayan berkurang.

“Kita berharap kepada perusahaan agar memberikan perhatian kepada nelayan karena semua keluhan akibat aktifitas mereka dan jangan sampai kesabaran warga nelayan itu”, tutupnya.(waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *