Medianusantaranews.com–WA; 082178120444 Kami anggota kelompok tani Secancanan di Padang Cermin Lamsel, ingin penjelasan tentang pemanfaatan batang pisang sebagai penyerap unsur hara, trimaksih
BONGGOL PISANG SEBAGAI MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL)
Mikroorganisme Lokal (MoL) merupakan sekumpulan mikroorganisme yang diperbanyak dan bermanfaat sebagai stater untuk mendekomposisi atau menguraikan bahan organik serta dapat menjadi aktivator untuk mempermudah penyerapan unsur penting bagi tanaman.
Salah satu bahan yang dapat menjadi sumber pembuatan Mol adalah bonggol pisang.
Bonggol pisang diketahui mengandung mikroba pengurai bahan organik, yakni Bacillus sp, Aeromonas sp, serta Aspergillus niger.
Mikroba pada Mol bonggol pisang tersebut akan berfungsi sebagai pengurai bahan organik yang dikomposkan.
Cara membuat :
Pilih anakan pisang tingginya tidak lebih dari 1 meter.
Di iris kecil” gunakan sekitar 3 kg.
Masukan ke dalam ember plastik, tambahkan 1 butir Ragi tape
1 botol yakult/1 gelas em 4
1 liter Molase/air gula
3 liter Air kelapa/air leri
Di Fermentasi tertutup/anaerob dalam Ember plastik selama 7 hari. Pada penutup diberi lubang seukuran selang infus. Masukkan selang sepanjang 45-60 cm yang terhubung dengan botol minuman kemasan yang berisi air separuh tinggi botol.
Sudah tersimpan selama 7 hari saring dgn kain kasa untuk mendapatkan cairannya. Simpan dalam botol. Cairan ini bisa/bertahan selama 6 bulan hingga satu tahun.
Cara Penggunaannya :
Sebagai pupuk: 20 ml larutkan dgn 20 liter air.
Siram ke sayuran atau tanaman.
Untuk meningkatkan kualitas air : 1 liter untuk campuran 10 liter air
Untuk membersihkan kandang hewan peliharaan : 1 liter campurkan dengan 100 liter air, semprotkan seluruh kandang.
Untuk memperbaiki tanah dan mempercepat biodegradabilitas organisme di tanah : 1 liter untuk setiap 100 liter air semprotkan ke tanah untuk olah lahan pertanian sebelum tanam.









