Ustadz Taharuddin : Virus Corona Itu Merupakan Suatu Rahmat Dari Allah SWT

Banyuasin, MNN- Ustadz Taharuddin dalam perbincanganya dengan wartawan media ini terkait berkembangnya isyu tentang bahaya virus corona saat ini dikatakan kita sebagai Umat Muslim tidak perlu panik dan kecemplung kearus yang dapat mengurangi ibadah silaturahmi kita yang selama ini sudah terbangun dengan baik sesuai dengan ajaran dalam Alqur’an dan tuntunan Nabi Allah Muhammad SAW.

Dikatakanya, isu yang berkembang penyebaran virus itu kita sebagai umat Muslim harus mengaku dan mau menerima semua yang disuguhkan oleh Allah SWT dan Corona yang sedang menjadi viral dunia ini adalah bagi umat Muslim sebagai RAHMAT, maka wajib dinikmati tidak perlu ditakuti dan kenatian itu bagi umat muslim sudah ada garisnya, lain bagi umat kafir, berkembangnya wabah virus corona saat ini mungkin itu baru dikatakan sebagai AZAB, mampuslah bagi mereka, ungkapnya.(19/3/2020)

Ditegaskan Olehnya, Umat Muslim menghadapi adanya virus yang katanya sangat mematikan itu tidak perlu takut, karena penularanya sangat cepat, sehingga banyak fatwa-fatwa yang kadang-kadang justru banyak mengurangi silaturahmi kita yang sudah menjadi budaya bangsa yang berhadap selama ini.

Efek virus corona tersebut berbagai aktivitas bersilaturahmi berubah, selama ini jika kita berjumpa dengan berjabat tangan dengan penuh bersahaja, munculnya virus itu, lalu berubah cara, berubah dengan cara melambaikan tangan, ada dengan cara beradu sepatu kalau bagi orang kantoran, juga ada cara dengan ala sungkem dan intinya menghindari untuk tidak bersentuhan langsung.

Cara-cara semacam itukan sudah mengurangi silaturahmi kita selama ini sesama Muslim, kecuali umat Muslim dan Muslimah bukan mukhrim, itu ada dalam ajaran sahabat Nabi kita cara bersalaman tidak harus bersentuhan. Kita sebagai Umat Muslim di Indonesia dengan berbagai ragam suku tentunya tidak perlu panik menghadapi adanya virus yang saat ini dan justru mari kita ibadah sholat kita yang wajib mauh sunah-sunahnya, in sya Allah semua yang akan menggangu aktivitas Umat Muslim akan sirna.

Imam Besar Masjid Al-Amir Pusat Perkantoran Pemkab Banyuasin itu menyikapi masalah fatwa MUI dari suatu daerah di Tanah Air ini tentang jarak jamaah dalam sholat berjamaah dijelaskanya yang afdolnya lebih rapat itu lebih baik, tetapi juga tidak ada masalah mau berjarak sampai satu meter pun, sebab yang diutamakan kekhusyukan saat menunaikan sholatnya, mengenai Sholat Jumat sementara dilaksanakan dirumah tidak bermasalah, itu jika dalam kondisi darurat, tetapi yang afdolnya tetap di Masjid.

Sama halnya yang diuraikan oleh salah satu Umat Muslim Indonesia M.S. Kaban yang viral dalam vidio yang diposting oleh jamaah lainya yang pada intinya, mantan Mentri Kehutanan itu mengajak semua Umat Muslim dengan datangnya virus yang katanya sangat mematikan itu, justru mengajak mensuburkan masjid diseluruh Indoesia, karena dengan kita tingkatkan ibadahnya, apapun bencana yang diturunkan oleh Allah SWT, kita tetap senantiasa akan lebih aman dan akan diberikan keselamatan dari barabencana saat ini, tutupnya. (waluyo)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *