Banyuasin, medianusantaranews.com- Menurut penjelasan Ketua Sekretariat Satgas Penanggulangan Covid-19 di wilayah Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan selama ini, Firmanto bahwa mengenai hasil tes itu yang dilakukan oleh Tim Medis memakan waktu secepatnya 14 hari apakah positif atau negatif disebabkan peralatan berupa Lab yang dipunyai sangat terbatas dan hanya dua unit saja pun itu digunakan untuk enam provinsi dan Lab itu hanya ada di Kota Palembang yang lokasinya depan Kodam II/SWJ.
Lab besar itu hanya dua unit yang kapasitasnya mampu kerja untuk 250 hasil sample, jadi dalam satu Lab Besar itu hanya mampu menghasilkan 500 sample hasil tes, tidak bisa lebih, sedangkan dari 6 Provinsi yakni Sumsel, Babel, Lampung, Bengkuli dan Jambi untuk mengetahui hasil tes covid ditempat itu, jadi wajar sampai 14 hari, katanya.
Mengapa awalnya Lab Besar itu hanya butuh waktu 3 hari, karena jumlah yang dilakukan tes masih sangat sedikit, tapi sekarang jumlahnya meningkat apalagi Sumsel masuk zona merah, jadi dari jadwal 14 hari pun belum tentu juga diketahui hasilnya dan tidak mau menggunakan Lab Kecil dikwatirkan tidak maksimal bahkan bisa bocor, sehingga bisa menyebabkan radiasi baru, terang Firman.
Masih kata Firman, terkait dilakukan test tahab kedua bagi warga yang sudah menjalani isolasi tahap pertama oleh tim medis kembali itu tidak masalah, sebab itu prosedur dan hasil test itu pasti akan keluar juga, karena keterbatasan alat, itulah penyebab utama keterlambatan mengetahui hasil test covid pada tahap pertama, jelas Kasi Survailans dan ainunisasi Dinkes Pemkab Banyuasin beberapa waktu lalu.
Firmanto sempat mengaku kecewa ketika melakukan test tahap kedua banyak warga yang sudah terdata menolak seperti yang di Kecamatan Betung Banyuasin Sumatera Selatan ketika itu ada tercatat 36 orang yang hadir hanya 7 orang saja, mereka beralasan karena hasil test tahap satu belum diketaui. Padahal tes yabg dilakukan oleh Tem ini gratis, kalau melakukan test sendiri di Rs itu biayanya bisa jutaan rupiah.
Saat disinggung tentang terpapar positif covid pasien atas nama Senen bahkan telah meninggal dunia, tetapi pihak keluarga tidak diberitau secara resmi dari pihak Rumah Sakit, tidak mau menjelaskanya, karena tempat pasien dirawat di Rs. Siti Khadijah Palembang, mensilahkan konfirmasinya ke Rs tersebut, tutupnya sembari berpesan agar pihak media juga bisa memberikan informasi trntang covid yang sebenarnya (waluyo)








