Lecehkan Intruksi Bupati, Jalan Penghubung Pulau Rimau Terancam Hancur Kembali

Medianusantaranews.com (Banyuasin) – Ruas jalan penghubung dari Desa Lubuk Lancang, Kecamatan Suak Tapeh sepanjang lebih 30 Km sampai Jembatan Tanah Kering, Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan banyak kalangan memprediksi akan cepat kembali hancur, Pasalnya, para pengguna ruas jalan terutama pengemudi kendaraan yang bermuatan berat melebihi tonase lancar-lancar saja padahal teah ditetapkan oleh Bupati Banyuasin H Askolani saat Launching dimulai pelaksanaan lanjutan pengecoran ruas jalan Suak Tapeh-Pulau Rimau setahun lalu bahwa tonase dijalan itu tidak boleh lebih 8 ton.

Pantauan media ini disepanjang jalan tersebut (23/9/2020) terlihat banyak kendaraan jenis Dumtruk fuso lalulalang melintas diruas jalan itu, sehingga banyak ruas jalan cor beton tersebut yang sudah mengelupas dan besi tulang pengait mulai bermunculan di beberapa titik sudah.

Junai (47) yang mengaku sebagai warga dari wilayah Kecamatan Pulau Rimau kepada media mengungkapkan mengapa jenis kendaraan besar dan bermuatan berat masih terlihat dibiarkan melintas diruas jalan itu, padahal saat ada Bupati meresmikan pembangunan jalan itu didesa Meranti ketika itu melarang keras yang bermuatan lebih 9 ton tidak boleh nelintas.

Masih kata Junai, Bupati Banyuasin juga meminta peran aktif masyarakat yang berdumisili disepanjang jalan itu agar pro-aktif mengawasi dan menjaga jalan itu biar awet, tetap kuat serta bagus dan itu membatu tugas Sat Pol PP.

Bupati Banyuasin ketika itu lanjut Junai, juga meminta pintu masuk jalan di Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh supaya dipasang Portal guna membatasi muatan kendaraan besar, tetapi kalau masih ada pengemudi yang nekat melanggar segera laporkan langsung ke saya (Bupati, red), tiru Junai menyudahi bincangnya.

Via WhatsApp, hal serupa diungkapkan Syamsuri tokoh masyarakat yang dikenal sangat fokal mengkritisi siapapun Bupati Banyuasin itu bahwa lambat atau cepat rusaknya ruas jalan itu bukan semata ulah para pengemudi saja, tapi perlu ada ketegasan dari pihak Pemerintah dalam hal ini petugas dibidang itu.

“Jika tidak mengenal suap atau mengais keuntungan untuk diri dan kelompoknya, tentu jalan itu akan awet, namun jika masih ada oknum yang main mata, jangan harap jalan itu bisa awet,” tegas mantan Anggota Wakil Rakyat diera awal Banyuasin bangkit.

Hingga berita ditayangkan dari Dinas terkait baik Dinas PU dan Dishub termasuk Sat Pol PP selaku Petugas Pelaksana Perda belum ada yang dimintakomentarnya. (MNN/Waluyo/Bara)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *