Medianusantaranews.com, (Banyuasin)- Diduga pengemudi truk angkutan buah kelapa sawit yang meninggal dunia di lokasi kejadian itu selain tidak paham jalur juga akibat kebisaan menjalankan kendaraanya ugal-ugalan, setelah masuk jalur lawan bertabrakan truk tronton dari arah berlawanan tak dapat dihindari yang menyebabkan arus lalin dari arah Betung tujuan Palembang dan sebaliknya mengalami macet total.
Dari informasi yang dihimpun wartawan media ini dari penjelasan beberapa sumber dilapangan bahwa lakalantas itu berawal, Yudi mengemudikan mobil Truk Fuso nopol BH 8847 HU bermuatan buah Kelapa Sawit dari arah Betung tujuan Palembang melaju dengan kecepatan tinggi berusaha mendahului kendaraan yang ada didepannya dengan
mengambil jalur kanan belum berhasil melintasinya datang mobil truk Fuso box nopol B 9339 TEU yang disopiri Sigit Arie Pratama.
Tak dapat dielakkan lagi bertabrakan ala beradu kepala Kambing terjadi dan sopir Truk Sawit dikabarkan meninggal dunia dilokasi kejadian dengan posisi Tegencet dan sopir truk fuso saat diabdikan oleh media ini dalam kejadianya masih dalam kondisi masih bisa bernafas, namun mengalami luka yang cukup serius.
Akibat dari kejadian kecelakaan tersebut, karena tidak ada jalan alternatif, maka kondisi jalur lintas Jalintimsum Banyuasin tepatnya di Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung arus kendaraan mengalami macet total hingga puluhan kilo meter dari dua arah Palembang-Betung dan sebaliknya.

Kemacetan diruas Jalintimsum Betung hingga saat ini sering terjadi kemacetan selain licin diguyur hujan ditambah kondisinya ruas jalan yang tergolong sempit dan sekalipun saat ada dilakukan pelebaran pun sepertinya hanya berjalan ditempat dan terparah lagi kesabaran dari para pengemudi pun membiasakan berusaha saling mendahului kendaraan didepannya tidak sadar akan beresiko tinggi dan begitu kejadianya.
Keterangan lain yang dihimpun, kejadian itu terjadi Minggu, 31 Januari 2021 sekira pukul 07.30 wib di jalan Palembang-Jambi KM 64 kampung meranjat kedua sopir naas baik yang meninggal dunia dilokasi kejadian dan yang satu lagi dalam kondisi sekarat pun oleh warga setempat dilarikan ke Puskesms Induk Betung Kota untuk ditangan secara medis.
Pengguna ruas Jalintimsum Banyuasin sebut saja Yanto yangenganyri tak jauh dari lokasi kejadian mengatakan bahwa peran serta Pemerintah Banyuasin dan Polres Banyuasin lebih sigap mengatasi kemacetan terebut. Sebab, hal ini merugikan para pengguna jalan karena menyita waktu dan tidak tepat waktu sampai tujuan.
“Saya berharap, pemerintah Banyuasin bisa mencarikan solusi agar tidak terjadi kemacetan yang berjam jam lamanya. Mirisnya, tidak ada petugas Satlantas Banyuasin yang bertugas mengurai kemacetan,” harapnya ketika berita ini ditayangkan.
Kasat Lantas Polres Banyuasin, AKP Imanuhadi mewakili Kapolres Banyuasin AKBP Imam Turmudi membenarkan adanya lakalantas tersebut. “Petugas sudah melakukan evakuasi mobil yang terlibat lakalantas dilokasi,” jawabnya. (MNN/waluyo)








