Medianusantaranews.com, (Banyuasin)- Dianggap pembangunan perbaikan luas Jalintimsum Banyuasin yang terdapat di wilayah Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan itu lambat kinerjanya.
Proyek pelebaran jalan negara tersebut kabarnya sepanjang dua kilometer ada dibahu jalan kiri dan kanan dari SPBU Kampung Sedompo hingga Simpang Tiga Kelurahan Betung, terang Rianto ketika diminta komentarnya oleh wartawan media ini beberapa waktu yang lalu.
Pengawas kerja perusahaan dari Pt. Abdi Karya itu menambahkan proyeknya itu hanya dua bulan dari Januari-Februari 2021 selesai.
Saat ditanya mengenai alat kerjanya garuk jaringan air bersih milik PDAM Tirta bertuah, Rianto mengatakan itu urusan petugas PDAM.
Namun ketika diminta komentarnya mengenai kinerjanya lambat membuat usaha warga banyak mengalami kerugian disepanjang proyeknya dampak dari kinerjanya yang lambat, termasuk mengganggu aktivitas pelajar yang hendak masuk dan keluar kampus, Rianto enggan berkomentar.

Terpisah, Aria Putra salah satu pelajar mengaku dibuat susah dari pengerjaan proyek pelebaran jalan itu, sedangkan dijalan negara tersebut sangat padat dan dilakukan perbaikan justru mengancam keselamatan pengguna jasa jalan negara, ujarnya.
Masih menurutnya, yang terparah lagi lokasi penggalian tersebut tepat masuk ke kampus kami digenangi air, shingga tambah rawan kecelakaan dan kemacetan jadi pemandangan setiap hari, sambung Yono warga setempat.
Dia memprediksi, perbaikan ruas jalan negara itu tidak bertahan lama sudah kembali rusak, lantaran disisi kiri kanan jalan tersebut banyak proyek lain seperti jaringan air bersih, jaringan Telkom juga ada pipa gas bumi dan pipa minyak milik pertamina yang terpasang didalam tanah.
Yono mengaku heran, perbaikan jalan yang nilainya milyaran bahkan bisa trilyunan rupiah, tapi masih tidak bisa memberikan solusi yang terbaik, padahal proyek perbaikan ruas jalan itu tidak disertai pembangunan drainase.

Untuk proyek yang satu ini dirinya ada yang dirugikan karena usaha jualan ya menjadi sepi pembeli tersebut usaha tampal ban usaha keluarganya yang omsetnya jauh mengurang.
” Hampir sebulan berjalan ini sejak ada proyek tersebut pendapatan usaha rumahan kami mengalami penurunan, jika sampai akhir Februari 2021 ini tak sudah, mungkin untuk membayar beban listrik dan relening PDAM bisa-bisa tak terbayar”, tutupnya.(MNN/waluyo)








