Polda Sumbar : Jelang Lebaran Warga Dihimbau Berwaspada Terhadap Peredaran Upal

Sumbar,medianusantaranews.com- Kapolda Sumbar menghimbau warga dalam Bulan Suci Ramadhan agar lebih ekstra berwaspada dan berhati-hati jika hendak bertransaksi langsung dengan tunai, waktu bulan semacam ini biasa dimanfaatkan sekelompok penjahat untuk melakukan aktivitas peredaran uang palsu (Upal).

Padahal tujuan memasuki bulan suci Ramadhan yang dilakukan berpuasa sangat penting bagi umat muslim di seluruh dunia, berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam. Selama bulan ini, masyarakat biasa melakukan transaksi lebih banyak dari pada bulan-bulan lainnya, seperti membayar zakat, memberi sedekah, dan membeli keperluan untuk berbuka puasa.

Namun, dengan adanya transaksi yang lebih banyak tersebut, tidak tertutup kemungkinan adanya peredaran uang palsu juga yang akan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, Polda Sumbar mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan hati-hati saat menerima atau melakukan transaksi dengan uang selama bulan Ramadhan.

Polda Sumbar memberikan edukasi pada masyarakat tentang cara bedakan uang asli dan palsu serta ngajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan uang palsu agar tindakan lebih lanjut dapat diambil.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Bid humas) Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, S.I.K, M.Si memberikan beberapa tips yang dapat mencegah peredaran uang palsu, di antaranya :

1. Periksa dengan teliti uang yang diterima. Periksa apakah ada tanda-tanda keaslian uang seperti gambar, angka, dan tulisan yang tajam dan jelas. Uang asli juga memiliki tanda keamanan seperti benang pengaman, tinta berubah warna, atau cetakan bertekstur.

2. Gunakan alat bantu pengecekan uang palsu. Saat ini sudah banyak tersedia alat bantu untuk memeriksa keaslian uang seperti pensil uang, detektor uang palsu, atau aplikasi di smartphone.

3. Jangan ragu untuk menolak uang yang dicurigai palsu. Jika ada kecurigaan, sebaiknya tidak menerima uang tersebut. Hal ini dapat mencegah kerugian dalam jangka panjang.

4. Laporkan ke polisi atau pihak berwenang setempat jika menemukan uang palsu. Melaporkan peredaran uang palsu dapat membantu mengurangi penyebarannya dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

“Dengan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk waspada terhadap peredaran uang palsu selama bulan Ramadhan, diharapkan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya penipuan atau kerugian akibat penggunaan uang palsu,” kata Kabid Humas, pada hari Ahad (2/4/2023)

Dengan dilakukan tindakan pencegahan seperti itu, diharap dapat mengurangi peredaran uang palsu selama bulan suci Ramadan dan juga berikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kami berharap masyarakat dapat saling bekerjasama untuk mengidentifikasi dan laporkan peredaran upal kepada pihak berwenang. Dengan begitu, kita dapat mengurangi peredaran uang palsu dan menjaga keamanan transaksi keuangan kita,” pungkasnya.(MNN/FR)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *