Medianusantaranews.com, (Palembang)- Awas, wajib berhati-hati kalau melintas diruas Jalintimsum di kawasan Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung di Jembatan perbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir(Kaboki) karena ditempat itu sering dijadikan ajang aksi pemalakan dan perampasan milik pengemudi.
Yang sering menjadi sasaran kawanan pelaku pemalakan dilokasi tersebut para pengemudi truk angkutan berat yang melintas sendirian dan pemalak melakukan aksinya memepet perjalanan truk tersebut dengan menghadang sepeda motor yang digunakan melakukan aksinya.
“Mulai dari sebatang rokok yang dipunya lalu dompet beserta isinya termasuk ponsel yang dimiliki ludes disikatnya”, ucap Kosari (51) pengemudi truk Fuso yang menjadi korban dipangkal jembatan kawasan batas Provinsi Lampung dengan Provinsi Sumatera Selatan beberapa waktu yang lalu.
Kosari kepada wartawan dipintu Tol Pematang menuturkan, karena saya merasa asli sebagai orang Palembang berani melintas dijalan itu usai memuat barang dari Simpang Dapok dan tujuan ke Jambi hendak melintas melalui pintu Tol Pematang tujuan Jambi yang lebih dekat.
Memang ketika itu saya sendiri tanpa kernet dan biasa begitu, tetapi selama ini langsung dari Tugu Mulyo melintas melalui pintu Tol KapalBetung dan baru sekali melintas Tol Pematang mengingat lebih dekat masuk lintas jalan Tol, aku Kosari sedih.
Lanjut Kosari, sebenarnya sebelum berangkat oleh temanya di Jambi termasuk warga Dapok sudah mengingatkan jangan melintas sendiri diperbatasan itu sekalipun siang hari, karena merasa warga Palembang tanpa rombongan melintas dan benar setibanya dilokasi itu saya diburu pengendara sepeda motor beat tanpa nopol lalu memepetnya dan minta saya untuk berhenti.
Terlihat ada senjata dipinggangnya, maka saya pasrah saja, mulai minta rokok sampai dompet dan ponsel pun dirampasnya, kalau kerugian materi tidak banyak, jika diprediksi Rp 1,5 juta ada, yang pasti uang jalan masih Rp 1 jutaan lebih raib, saya berhenti di pintu Tol Pematang ini untuk memberitau rekan-rekan dan keluarga untuk menjemput karena sudah tidak punya uang jalan lagi, tutupnya.
Terpisah, informasi yang didapat dari warga yang beraktivitas di Tol Pematang Mesuji mengatakan bahwa yang selama ini sering terjadi pemalakan dan perampasan dikawasan itu bukan hanya pengendara truk saja melainkan ada juga mobil pribadi juga sering jadi sasaran. Ditambah sememjak Pos Polisi yang terdekat dalam kawasan itu sepertinya sudah diaktifkan lagi semenjak jalan Tol ini dioperasikan, katanya. (mnn/tim/yok)








