Medianusantaranews.com, (Banyuasin)- Pengerjaan untuk perbaikan ruas jalan lintas Betung-Sekayu mulai dari Simpang 3 Taman Kota Betung Kabupaten Banyuasin menuju ke arah wilayah Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan yang dilakukan oleh pekerja kontraktor lubang-lubang galian buatan bisa mengancam keselamatan para pengguna jasa transportasi darat diruas jalan tersebut.
Galian buatan yang sebenarnya perbaikan jalan yang dilakukan oleh pekerja kontraktor sejak sepekan lalu, tetapi setelah dilakukan penggalian oleh pekerja langsung ditinggalkan begitu saja, tidak dipasang rambu dan banyak pengendara motor yang celaka.
“Memang belum ada yang sampai meninggal dunia kecelakaan akibat dari galian buatan itu, tapi sudah sering terjadi, karena tak dipasang rambu juga galianya tergolong terjal, sehingga roda kendaraan bermotor tak tertanjak lalu terjatuh”, terang H Suginen ketika dibincangi wartawan media ini dikediaman Minggu, 01 Agustus 2021.
Tokoh masyarakat Betung ini mengungkapkan kejadian kecelakaan itu sering terjadi pada malam hari, posisi jalan menikung, ditambah penerangan lampu jalan banyak yang padam dan digalianya pun tidak dipadang rambu.
Masih menurutnya, ruas jalan dilintas itu saat ini sudah sangat padat berbagai kendaraan yang melintas, semestinya pemborong kerja dijalan itu setelah dilakukan penggalian terus dilakukan penimbunan, jangan ditinggal begitu saja, kalau seperti itukan beresiko, tegasnya.
Lanjut Dia, sementinya yang memenangkan tender proyek perbaikan itu yang bermodal lah, begitu dilakukan galian langsung ditimbun lagi dengan aspal, jadi tidak banyak menimbulakan kecelakaan.
Bukan hanya kecelakaan itu yang terdampak dari pengerjaan proyek galian itu, melainkan kami yang berdumisili disepanjang jalan itu terganggu dengan hentakan kendaraan berat saat melintas, karena ketika roda kendaraan masuk lubang galian suara Kendaraan rasanya masuk kedalam rumah saja.
Dia berharap, kepada Dinas terkait, termasuk anggota DPRD baik yang ada di Kabupaten Banyuasin atau Provinsi Sumatera Selatan supaya melakukan investigasi pengerjaan proyek galian buatan yang bisa mengancam keselamatan para pengguna jalan, tukasnya.
Andre (24) yang mengaku warga Betung juga mengaku kesal dengan cara perbaikan ruas jalan itu dengan cara digali-gali tetapi terus dibiarkan sampai berlama-lama tanpa diberi rambu.
Yang herankan olehnya, siapa sebenarnya yang melakukan penggalian dijalan itu, sebab kalau itu proyek tentu ada papan nama dan ada nama perusahaannya, tapi dari dilakukan penggalian hingga saat ini tidak pernah dilihatnya. “Jadi itu proyek benaran apa hanya merusak ruas jalan saja”, ucapnya dengan nada kesal.
Sampai beritanya ditayangkan belum ada yang bisa diminta konfirmasinya, karena dari pelaku penggalian yang ada diruas jalan Betung-Sekayu, sudah tidak ada lagi para pekerja yang terlihat dilokasi.(mnn/waluyo)








