Langka Premium di SPBU Begini Penyebabnya

Medianusantaranews.com, (Banyuasin)- Sering terjadi kelangkaan BBM jenis premium disetiap SPBU disepanjang jalan negara Palembang-Jambi beberapa tahun terakhir ini ternyata penyebabnya ada pembelian dengan pengepokan, pengakuan petugasnya bahwa stok BBM Jenis Premium memang belum ada penambahan yang selama ini dijatah 8 ton dari Pertamina.
Pantauan media ini di beberapa lokasi di SPBU di sepanjang ruas jalan lintas timur pelaku pengepok ada yang menggunakan kendaraan berbagai jenis roda empat yang isi dalam Tanki hingga 48 liter juga banyak memakai motor jenis Tander yang isi tankinya 17 liter.
Dampat dari aktivitas pengepok, konsumen lain jarang kebagian BBM Jenis Premium, bab jumlahnya pengepok menggunakan kendaraan roda empat saja mencapai ratusan, ditambah kendaraan roda dua yang jumlahnya banyak juga.
SPBU yang terlihat banyak pelaku pengepok BBM jenis premium terpantau di Kecamatan Talang Kelapa, Sembawa, Banyuasin 3 juga terlihat di Kecamatan Betung yang di SPBU tersebut ada stok BBM jenis premium.
Untuk penjualan BBM jenis premium disetiap SPBU berlangsung singkat langsung habis, tak jarang konsumen umum kecewa, karena ikut ngantri dibelakang pelaku pengepok, pas tiba giliran BBM jenis premium habis. Terpaksa lari ke Pertalite.
Bambang (37) pengguna BBM jenis premium di SPBU di wilayah Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera ngaku kecewa dengan petugas pompa, ikut ngantri lebih satu jam, pas tiba dirinya mau mengisi Premium, dikatakan petugsnya pas habis.
Hal serupa diungkapkan Mito ASN Banyuasin, dirinya sebulan sekali bisa dapat BBM jenis premium, itupun kalau belinya masih pagi gelap, kalau sudah diatas pukul 08.00 wib saja yang didapat papan merk yang bertuliskan MAAF Premium Masih Dalam Pengiriman dan yang begitu setiap hari diketahui, jadi kapan BBM jenis premium ada di SPBU, tanyanya saat bertemu dengan wartawan (1/8/2021).
Padahal ada aksi pengepokan BBM jenis premium itu sudah berlangsung lama, tetapi sampai saat ini pihak terkait dalam hal ini Pertamina tak ada tindakan bahkan terkesan pembiaran.
Terpisah, petugas SPBU yang sempat diminta konfirmasinya membenarkan ada antrian kendaraan yang ingin membeli BBM jenis premium, karena stok BBM Jenis Premium masih tidak ditambah dari Pertamina, jadi stok di SPBU tempat kerja hanya 8 ton saja.
Sedangkan pengguna BBM jenis premium lebih banyak, maka sudah ikut ngantri kadang sampai diluar pagar SPBU juga sering ada sudah ikut ngantri, pas giliran mau ngisi BBM jenis premium pas habis. Jelasnya sembari meminta jatidirinya tidak ditilis dipemberitaan, (mnn/waluyo)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *