
Banyuasin, medianusantarnews.com- Nasib kehidupan peserta plasma sawit yang berada di Desa Tabuan Asti Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan kini kian memperihatinkan, lantaran usai pembahasan dalam rapat pengurus pada waktu silam disepakati anggota dan pengurus bekerjasama mencari solusi supaya anggota koperasi tidak merugi, justru ada penghianat didalamnya yang bergerilya mengadu-domba antara anggota dan pengurus dengan pihak Pt. Hamita selaku mitra pembangunan kebun.
Dalam rapat tersebut dimediasi langsung oleh Kades Tabuan Asri maupun Kabag Koperasi dari Disperindag Pemkab Banyuasin sepakat antara pengurus dan anggota berjalan bareng yang pada intinya bertujuan meningkatkan PAD. Pengurus tetap memenegemeni supaya kebun plasma terawat dan menghasilkan yang maksimal, sedangkan anggota yang memiliki data atas dugaan lahan fiktif yang membuat peserta plasma jadi merugi itu supaya terus dilakukan gugatan kepada pihak perusahaan.
Ketua Koperasi Hasyim ketika itu mengatakan bahwa pihaknya tetap melakukan upaya yang tercantum pada MoU pembangunan kebun plasma, maka ketika itu beliau minta dukung agar tidak melenceng dari tujuan dan peserta tidak mengalami kerugian.
Sementara Untung beserta anggota yang lain yang memegang data adanya dugaan pihak Pt melakukan pengadaan lahan fiktif yang bagi anggota plasma terus merugi dan data yang tidak sinkron itu ada ditangan mantan Ketua pengurus koperasi tersebut.
Dugaan data fiktif yang dimanfaatkan pihak perusahaan kepada petani plasma di Tabuan Asri itu dalam sidang diruang rapat Asisten 1 Pemkab Banyuasin yang ketika itu langsung oleh Wakil Bupati H Slamet Somosentono yang memimpin juga mendapat kesepakatan karena telah terbukti pihak perusahaan mark-up lahan yang nilai mencapai Milyaran rupiah kerugian yang diderita anggota koperasi dan Wabup Banyuasin meminta pihak perusahaan mengembalikan segera, tetapi sampai saat ini perintah Wabup Banyuasin itu tak dihiraukan oleh menegeman perusahaan.
Dibalik perjuangan tersebut justru mendapat tantangan hebat bagi peserta plasma, karena ada dugaan yang menjadi penghianat didalam keanggotaan plasma ini diduga telah berpihak ke perusahaan, sehingga pemegang data bukti penyimpangan perusahaan justru mendapat ancaman dari pihak menegeman perusahaan.
Untung salah satu yang memegang data asli atas dugaan lahan fiktif yang dimanfaatkan oleh perusahaan yang membuat petani sawit plasma terus merugi, baik masalah luasan lahan dan penggunaan dana anggaran kebun pun didokumenya ada lengkap, tetapi justru dirinya mendapat ancaman dari pihak Pt.
Karena mendapat ancaman Untung membuat statman dalam group pladma yang ditujukan Kepada Laknatullah Penghianat keanggotaan plasma didesanya yang dikatakan juga secara terbuka.
“Ingat dan renungkan, engkau tinggal di atas bumi Tabuan Asri, angin yang engkau isap adalah angin Tabuan Asri, air yang engkau minum air Tabuan Asri, makan mu dari tanaman Sawit Tabuan Asri… Engkau mengingkari semua itu, apakah engkau tidak takut Tabuan Asri TIDAK Ridho padamu? Tabuan Asri Tidak Ridho pada anak keturunanmu? Karena Engkau lebih memilih membela orang-orang yang menzolimi Tabuan Asri. Insyaf dan sadarlah sebelum bumi Tabuan Asri menelanmu, sebelum udara Tabuan Asri mencekik nafasmu, sebelum air Tabuan Asri mengeringkan jantungmu dan sebelum perutmu memanas karena memakan dari yang tumbuh di Tabuan Asri.
Ketahuilah Desa Tabuan Asri adalah desa yang penuh Berkah dan Ridho Allah. Semoga surat di atas sampai kepada yang bersangkutan, semoga mereka insyaf dan sadar, amin???”, setianya.
Sedangkan pihak menegemen perusahaan melalui Sofian yang sempat menteror mantan pengurus koperasi di Tabuan Asri saat diminta konfermasinya sampai sekarang ini tidak ada jawabanya.
“Assalamualaikum warahmatullahi wa’barokattuh…selamat pagi….ini waluyo wartawan MNN Group biro Sumsel….izin minta konfirmasinya terkait MoU pembangunan kebun plasma di Desa Tabuan Asri Kecamatan Pulau Rimau yang petani dibuat merugi dan utangnya menumpuk,… Mohon penjelasanya. Sekaligus mohon izin ditayangkan dimedia kami…suwun ditunggu”, itu bunyi konfirmasinya.(mnn/Biro-SS)








