PALI : TERJADI LAGI SUMUR WARGA SERTA SUNGAI DI DESA SPANTAN JAYA – PENUKAL DICEMARI MINYAK MENTAH

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com

Warga desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal  Abab Lematang Ilir (PALI) provinsi Sumatera Selatan diresahkan dengan adanya minyak mentah yang masuk kedalam sumur warga dan juga mencemari air sungai di desa Spantan Jaya.

Pristiwa ini diketahui warga sejak tanggal 19 Mei 2022 lalu. Sudah ada dua sumur warga yang diketahui airnya sudah bercampur minyak mentah.

Demikian yang dituturkan Ribudin (27th) warga desa Spantan Jaya kepada media ini, Senin (30/05/2022).

Sumur warga desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal Kabupaten PALI tercemar minyak mentah

Dituturkan Ribudin, diketahui pertama kali sumur yang sudah diresapi minyak mentah adalah sumur miliknya, kemudian diketahui lagi sumur warga desa Spantan Jaya yang bernama Andri.

” Tidak tertutup kemungkinan masih ada sumur warga yang lain yang sudah tercemar minyak mentah ” Kata Ribudin.

Lanjut Ribudin, Kemudian pada tanggal 29 Mei 2022, minyak mentah itu diketahui sudah masuk dan mencemari sungai yang berlokasi di Dusun I Desa Spantan Jaya

” Sumur kami itu sudah berumur 6 tahun, selama ini digunakan untuk kebutuhan hidup, namun sejak diketahui pada tanggal 19 Mei 2022 itu sumur kami airnya sudah bercampur dan tercemar minyak mentah, kami tidak bisa lagi mengonsumsi air sumur itu ” Ujar Ribudin.

” Saya juga sudah melaporkan kejadian itu ke Kepala Desa Spantan Jaya ” Pungkasnya.

Dari pantauan langsung awak media dilokasi, sudah ada pihak perusahaan baik dari PT Pertamina maupun dari
PT. Medco mendatangi lokasi didampingi Pemerintah desa Spantan Jaya, Senin (30/05/2022).

Sungai di desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal Kabupaten PALI tercemar minyak mentah

Nampak para karyawan dua perusahaan migas itu sudah melakukan penggalian di pipa jalur minyak mentah untuk mengetahui sumber kebocoran pipa minyak mentah.

Karena menurut keterangan Kepala Desa Spantan Jaya, Hamsori, belum diketahui limbah minyak mentah yang mencemari sumur dan sungai itu berasal dari jalur pipa minyak mentah perusahaan mana.

” Sumber kebocoran jalur pipa minyak mentah tersebut belum di ketahui dari perusahaan mana namun hari ini sudah di lakukan musyawarah yang di hadirkan oleh pihak PT. Pertamina dan PT. Medco dan di sepakati mereka akan mengecek line pipa milik mereka masing masing, untuk mengetahui limbah minyak mentah itu dari mana ” Jelas Kades disaat mendampingi pihak perusahaan mengecek ke lokasi, Senin (30/05/2022).

Kades mengungkapkan, untuk pihak PT. Medco sendiri hingga saat ini belum menyampaikan hasil sample ke Pemerintah Desa secara resmi

” Sehingga untuk minyak mentah yang mengalir ke sumur dan sungai tersebut belum di ketahui secara jelas dari jalur line pipa minyak milik perusahaan mana ” Tutup Kades.

Sementara itu menanggapi sangat seringnya diwilayah itu terjadi kebocoran jalur pipa minyak mentah yang sudah mencemari lingkungan setempat. Secara terpisah, Aprizal Muslim mengatakan ada dugaan kuat kebocoran itu karena banyaknya jalur pipa minyak mentah yang sudah berumur tua. Sehingga terjadi korosi.

Menurut dia, kejadian itu disinyalir merupakan suatu kelalaian pihak perusahaan yang menyepelehkan untuk mengganti jalur pipa minyak mentah yang sudah berumur tua

” Terlalu sering terjadi kebocoran jalur pipa minyak mentah didaerah itu. Diduga kuat penyebabnya karena material jalur pipa minyak mentah perusahaan didaerah itu sudah berumur tua sehingga terjadi korosi ” Ujar Aprizal, Senin (30/05/2022).

” Menurut saya kejadian itu merupakan suatu kelalaian pihak perusahaan yang menyepelehkan mengganti material jalur pipa minyak mentah yang sudah berumur tua ” Ucapnya.

Dalam masalah ini, dirinya mendesak pihak berwenang seperti SKK MIGAS atau BP MIGAS, dari lingkungan hidup dan kesehatan dan dari Pertamina sendiri dapat melakukan investigasi terkait kejadian itu. Karena atas kejadian itu banyak pihak yang merasa dirugikan, baik negara, masyarakat maupun lingkungan yang tercemar.

Sedangkan untuk pemulihan lingkungan yang sudah tercemar dibutuhkan waktu yang sangat lama. Dan pencemaran itupun dari waktu ke waktu bisa mempengaruhi kesehatan dan keselamatan jiwa warga setempat.

” Memang dampak dari tercemarnya lingkungan itu bukan dilihat dari dalam hitungan hari, namun nanti setelah bertahun tahun baru terasa dampaknya ‘” Terangnya

” Hendaknya pihak perusahaan yang menyedot migas didalam perut bumi, jangan cuma mengutamakan hasil yang melimpah, namun lingkungan dan kesehatan serta kesejateraan warga juga harus jadi perhatian ” Demikian Aprizal Muslim Ketua PW GNPK RI Provinsi Sumsel (AE)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *