BOCOR DAN BOCOR LAGI, JALUR PIPA MINYAK MENTAH DI WILAYAH KABUPATEN PALI

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com

Disaat negara Indonesia tengah menghadapi kerugian Perusahaan induk pengelola minyak dan gas PT Pertamina dan terus meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM). Lagi lagi jalur pipa berisi minyak mentah perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI) Provinsi Sumatera Selatan mengalami kebocoran.

Lokasi kebocoran itu berada di Desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI, yang diketahui warga setempat pada Senin (01/08/2022) sekitar pukul 19:00 WIB.

Dari informasi yang didapat, jalur pipa minyak mentah yang mengalami kebocoran itu merupakan milik PT. Medco E&P.

Kepala Desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal, Amsori saat dihubungi media ini via telpon, Selasa (02/08/2022). Dia membenarkan adanya jalur pipa minyak mentah yang bocor itu. Jalur pipa itu kata dia milik PT Medco E&P yang berlokasi di Dusun II Semawe Desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal Kabupaten PALI.

Dedi, salah seorang scurity PT. Medco E&P saat di sambangi media ini sehari setelah kejadian, Selasa (02/08/2022) mengatakan bahwa kebocoran jalur pipa milik kalau PT. Medco E&P tersebut lantaran di sabotase warga yang tidak bertanggung jawab.

Namun demikian, dia mengatakan,kebocoran jalur pipa tersebut sudah ditangani oleh pihak perusahaan.

Dari pantauan langsung di lokasi, minyak mentah yang keluar akibat kebocoran itu sudah mengalir dan cemari sungai dan sumur gali warga setempat yang sehari hari dikonsumsi warga.

PT. Medco E&P sudah mengambil sampel minyak mentah di sungai dan sumur warga, guna di cek di laboratorium. Apakah itu minyak mentah yang mencemari sungai dan sumur warga itu benar minyak mentah yang berasal dari line pipa PT. Medco E&P, atau ada kebocoran line pipa milik perusahaan migas lain.

Sumur konsumsi warga Desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal dicemari aliran dan resapan minyak mentah

Seringnya terjadi kebocoran jalur pipa minyak mentah di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ajis, salah seorang warga Kecamatan Penukal Kabupaten PALI menuturkan terkait seringnya terjadi kebocoran minyak mentah perusahaan migas di Kabupaten PALI. Kata dia sudah bisa dipastikan akan menimbulkan limbah yang berbahaya bagi warga setempat bahkan terhadap warga yang ada di aliran sungai yang tercemar minyak mentah.

Memang, lanjut dia, kebocoran itu ada penanganan dari pihak perusahaan. Tetapi tidaklah dipastikan benar benar bersih, karena limbah minyak mentah itu mengandung zat zat yang berbahaya bagi makhluk hidup, baik manusia, binatang maupun tumbuh – tumbuhan. Limbah itu sendiri sudah berbaur dan meresap dilingkungan warga setempat.

” Saya pesimis, pembersihan oleh pihak perusahaan bisa benar benar bersih, karena minyak mentah itu sudah mengalir dan meresap,” kata Ajis

Dalam hal ini tentulah lingkungan dan masyarakat yang menjadi korban dari aktivitas perusahaan minyak dan gas di wilayah setempat.

Apalagi diketahui, bahwa perusahaan migas sudah memperkerjakan dan menggaji petugas penjaga keamanan (PK) dan scurity untuk menjaga setiap jengkal jalur pipa minyak dan gas perusahaan. Artinya kejadian sabotase masih merupakan kelalaian pihak perusahaan migas.

Lagi – lagi akibat kelalaian itu, masyarakat dan lingkungan yang menjadi korban.

” Memang berbahayanya zat zat yang ada di minyak mentah itu bagi masyarakat dan lingkungan, tidak nampak dalam sehari – dua hari melainkan nantinya setelah bertahun tahun,” ujarnya

Seringnya terjadi kebocoran jalur pipa minyak mentah perusahaan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dirinya berharap ada turun tangan dari pihak Pemerintah. Karena tidak mustahil setiap kebocoran dan pencemaran lingkungan oleh aktivitas perusahaan migas tanpa di ketahui oleh pihak Pemerintah. Begitu juga pihak Pemerintah yang dalam hal ini dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk lebih berpihak kepada masyarakat yang terdampak pencemaran. Karena pencemaran lingkungan itu konsekwensinya sangat tegas  didalam undang undang nomor 32 tahun 2009 (AE)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *