PROGRAM SERASI KABUPATEN PALI 2019, KADIS PERTANIAN DIPERIKSA KEJATI SUMSEL

Sumatera Selatan
medianusantaranews.com

Sebelumnya oknum Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan, A Joni dikritisi karena rangkap jabatan, yaitu sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI juga menduduki jabatan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten PALI.

Dilansir dari koransn.com, bahwa oknum Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, A Joni diperiksa di Kejaksaan Tinggi Sumsel pada Kamis (11/08/2022).

Informasi yang didapat bahwa Jaksa  Jaksa Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel mengajukan 20 pertanyaan terkait program Serasi Kabupaten PALI tahun 2019.

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Mohd Radyan SH MH membenarkan adanya pemeriksaan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, A Joni tersebut.

“Dalam pemeriksaan saksi (A Joni) diajukan 20 pertanyaan. Hanya satu saksi itu saja yang diperiksa Jaksa Penyidik Kejati Sumsel,” ujar Radyan.

Dijelaskannya, bahwa saksi tersebut diperiksa untuk mengklarifikasi berapa jumlah anggaran Program SERASI tahun 2019 yang dilaksanakan di Kabupaten PALI.

“Jadi saksi diperiksa untuk diklarifikasi berapa jumlah anggaran Program SERASI 2019 di PALI. Sebab, Program SERASI 2019 ini kan dilaksanakan di delapan kabupaten, sedangkan yang sudah penyidikan yakni Program SERASI 2019 yang dilaksanakan di Banyuasin. Jadi kalau untuk Kadis Pertanian PALI diperiksa hanya untuk mengklarifikasi saja berapa jumlah anggaran Program SERASI di Kabupaten PALI yang dilaksanakan tahun 2019,” Terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, A Joni usai menjalani pemeriksaan di Kejati Sumsel, dia mengakui kalau dirinya diperiksa Kejati Sumsel terkait Program SERASI tahun 2019 di Kabupaten PALI.

Namun ketika ditanya berapa jumlah besaran anggaran Program SERASI tahun 2019 yang dilaksanakan di Kabupaten PALI tersebut. A Joni tidak mau menjelaskan..Dia hanya mengatakan bahwa jumlah anggaran Program Serasi tersebut sudah disampaikannya kepada Jaksa Penyidik Kejati Sumsel.

“Jadi tanya ke penyidik,” tukasnya.

Sudah diberitakan sebelumnya, bahwa Jaksa Penyidik dipimpin Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel, Abdullah Noer Deny SH MH didampingi Kasi Penyidikan Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel, Khaidirman SH MH  telah melakukan penggeledahan Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel.

Adanya penggeledahan tersebut, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, RB Pramono mengatakan, terkait penggeledahan tersebut pihaknya menghormati proses hukum Program SERASI 2019 di Banyuasin yang saat ini dilakukan penyidikan oleh Kejati Sumsel.

“Program SERASI 2019 ini awalnya ada sembilan kabupaten yang akan melaksanakannya. Namun satu kabupaten menolaknya, yakni Ogan Ilir. Sedangkan untuk delapan kabupaten yang melaksanakan Program SERASI 2019, yakni Banyuasin, OKI, Muba, OKU, OKUT, Muara Enim, Muratara, PALI. Dari delapan kabupaten itu hanya di Banyuasin yang saat ini dilakukan penyidikan oleh Kejati Sumsel,” pungkasnya.

Sedangkan mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin Zainudin mengatakan, jika Program SERASI 2019 dilaksanakan di Banyuasin disaat dirinya masih menjabat sebagai Kadis Pertanian Kabupaten Banyuasin. 

“Program SERASI 2019 itu memang masuk diera jaman saya saat masih Kadis,” kata Zainudin belum lama ini.

Saat ditanya Program SERASI 2019 tersebut kini sedang dilakukan penyidikan oleh Kejati Sumsel? Zainudin mengatakan jika dirinya mengetahui hal tersebut.

“Ya, Program SARASI tersebut prosesnya sedang berjalan (penyidikan) di Kejati Sumsel,” katanya.

Diakuinya juga, jika dirinya beberapa waktu yang lalu pernah dimintai klarifikasi oleh Jaksa di Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumsel.

“Sudah pernah saya dimintai data saat klarifikasi dulu, kalau diperiksa sebagai saksi belum,” ungkapnya.

Lanjut dia, dirinya selaku mantan Kadis Pertanian Banyuasin siap membantu dan bekerjasama dengan aparat penegak hukum, yakni Jaksa Kejati Sumsel dalam mendukung proses penyidikan tersebut.

“Apapun yang diperlukan dalam proses penyidikan yang berjalan akan kita laksanakan. Kemudian karena program ini sudah ditangani oleh kejaksaan maka untuk prosesnya silahkan tanyakan langsung ke kejaksaan,”Paparnya (Ab)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *