Muara Enim
medianusantaranews.com
Banyak rintangan ketika mau berangkat ke Muara Enim. Karena perjalanannya harus menyeberang jembatan, karena itu adalah akses jalan satu satunya untuk keluar dari desa Lubuk Mumpo Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim.
” Waktu itu sore hari ketika kami mau berangkat ada angin kencang sehingga jembatan gantung ikut berayun – ayun, Ya Allah ada ada saja halangan,” ujar Bella Syafira
‘ Alhamdulillah sudah Magrib kami masih bisa berangkat ke Muara Enim,” tutur Safitra mengenang kisah perjalanan mereka ketika akan mengikuti lomba freedom street di Muara Enim.
” Kami sangat bersemangat ingin datang ke Muara Enim untuk mengikuti lomba freedom street carnaval mewakili Kecamatan Gunung Megang, karena itu kami berangkat malam hari dan menginap di Muara Enim, agar pada acara esoknya kami tidak terlambat, ” kata Bella.
” Tujuan kami ikut lomba Freedom Street Carnaval itu awalnya cuma ingin berpartisipasi dan ikut serta merayakan Hari Ulang Tahun Negara kita yang ke 77 tahun 2022 di ibu kota Kabupaten Muara Enim. Karena kami pikir, kami yang datang dari desa cukup jauh tidak akan menang pada lomba freedom street Carnaval itu, mengingat peserta lain yang kami hadapi adalah peserta peserta dari instansi dan dinas – dinas yang lebih siap segalanya,”urai Bella.
Bella bercerita lagi, karena bersemangatnya, pada pagi itu, dirinya bersama tim sudah bangun jam 03.00 dinihari untuk persiapan dan berdandan.
Untuk diketahui, jelas Bella, bahwa tim.freedom street carnaval Kecamatan Gunung Megang mengambil tema Putri Pulun Lestari, itu diambil dari kisah kearifan lokal keturunan Puyang Pulun Lestari, yaitu kisah Puyang Pulun Lestari atau yang juga disebut kisah Puyang Gadis, cerita.asli desa Lubuk Mumpo.
” Di lomba Freedom street Carnaval di Muara Enim itu, kami membawa missi memperkenalkan kearifan lokal Desa Lubuk Mumpo Kecamatan Gunung Megang. Karena menurut saya, kita harus selalu melestarikan budaya lokal daerah kita sendiri, ” ujar Bella.
Tapi, lanjut Bella, karena dirinya adalah generasi baru, maka hanya sedikit yang ia ketahui tentang cerita Kerajaan Putri Pulun Lestari atau Puyang Gadis dari Lubuk Mumpo.
” Tokoh tokoh desa atau sesepuh desa Lubuk Mumpo yang lebih bisa mengisahkan sejarah kerajaan Putri Puluh Lestari atau Puyang Gadis desa Lubuk Mumpo itu,” kata Bella
Meraih juara 1 pada lomba freedom street carnaval itu, Bella sangatlah bangga dan bersyukur.
” Dan Alhamdullillah, sebanding dengan semangat kami, tim Freedom Street Carnaval Desa Lubuk Mumpo, mewakili Kecamatan Gunung Megang meraih juara pertama pada lomba Freedom Street Carnaval yang digelar pada Minggu (21/08/2022) itu,” ungkap Bella.
” Sangat senang bercampur terharu, tidak menyangka hasil karya anak desa bisa meraih juara 1 pada lomba itu” ujar Bella.
Tentunya, lanjut Bella, prestasi kemenangan Tim Kecamatan Gunung Megang itu tidak terlepas dari inisiator Ketua Tim, Pak Ahmad sepriansyah, Kepala Desa Lubuk Mumpo, Camat Gunung Megang dan semua fihak yang sudah memberikan support sehingga bisa meraih juara 1 di lomba Freedom Street Carnaval Kabupaten Muara Enim tahun 2022.
” Capaian kami itu juga mendapat apresiasi dari Bapak Kepala Desa Lubuk Mumpo, Bapak Camat Gunung Megang dan Bapak Pj Bupati Kabupaten Muara Enim,’ ujar Bella.
” Selain itu, kami mau promosi sedikit, bahwa di desa Lubuk Mumpo Kecamatan Gunung Megang sudah ada tempat wisata untuk dikunjungi bersama keluarga, juga ada kuliner khas Kecamatan Gunung Megang hasil produksi UMKM Andalin Permata yaitu kripik singkong kriting,’ Bella mengakhiri perbincangannya. (Ab,)





